SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pemerintah Prancis melalui bank sentralnya, Banque de France, dilaporkan telah menarik cadangan emas yang sebelumnya disimpan di Federal Reserve Bank of New York.
Langkah ini jadi sorotan karena dinilai sebagai bagian dari strategi baru dalam mengelola cadangan negara.
Jumlah emas yang ditarik mencapai sekitar 129 ton, atau sekitar 5% dari total cadangan emas Prancis. Meski begitu, total cadangan emas Prancis tetap berada di kisaran 2.437 ton, salah satu yang terbesar di dunia.
Yang perlu digarisbawahi, penarikan ini bukan berarti emas diangkut langsung dari Amerika Serikat. Banque de France memilih menjual emas yang tersimpan di AS, lalu membeli kembali emas batangan baru di pasar Eropa yang sesuai standar internasional.
Proses ini berlangsung bertahap sejak Juli 2025 hingga Januari 2026 melalui puluhan transaksi di pasar global.
Dari sisi hasil, langkah ini justru menguntungkan. Banque de France dilaporkan meraup sekitar 12,8 miliar euro, seiring kenaikan harga emas dunia.
Pihak bank sentral menegaskan, kebijakan ini merupakan langkah teknis untuk meningkatkan kualitas dan likuiditas cadangan emas, bukan karena faktor politik.
Langkah Prancis ini juga ikut memicu perhatian global. Sejumlah analis menilai, ini mencerminkan tren di mana negara-negara mulai memperkuat kontrol atas cadangan emasnya di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.
Intinya, ini bukan sekadar “tarik emas”, tapi strategi finansial buat bikin cadangan negara lebih optimal dan menguntungkan.
(Anton)



















































