SUARAINDONEWS. COM, Jakarta — Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Bahlil Lahadalia untuk menunjukkan kepedulian sosial Partai Golkar kepada masyarakat. Meski tengah menunaikan ibadah haji bersama istrinya, Sri Suparni, Ketua Umum Partai Golkar itu tetap menyalurkan hewan kurban jumbo berbobot sekitar 1,3 ton ke Masjid Syajaratun Thayyibah di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (27/5/2026).
Sapi berbobot fantastis itu menjadi hewan kurban pertama yang disembelih dalam rangkaian perayaan Idul Adha Partai Golkar tahun ini. Kehadiran sapi raksasa tersebut langsung menyita perhatian para kader dan masyarakat yang hadir di lokasi.
Pelaksana Harian Ketua Umum sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Wihaji, mengatakan dirinya ditunjuk mewakili Bahlil selama Ketua Umum menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Hari ini saya mewakili Ketua Umum karena beliau sedang melaksanakan ibadah haji bersama istri,” ujar Wihaji usai salat Idul Adha di Kantor DPP Golkar.
Tak hanya Bahlil, sejumlah petinggi Golkar lainnya seperti Sekretaris Jenderal dan Bendahara Umum juga sedang menunaikan ibadah haji. Karena itu, Wihaji dipercaya mengoordinasikan berbagai agenda partai hingga awal Juni 2026.
Dalam kesempatan itu, Wihaji mengungkapkan bahwa Bahlil tidak hanya berkurban di DPP Golkar. Menteri ESDM tersebut juga mengirimkan sapi kurban ke seluruh DPD I Partai Golkar di Indonesia.
“Ketum sendiri seluruh DPD I beliau kirim satu-satu. Berarti 38 daerah plus DPP dan beberapa tempat lain,” kata Wihaji.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyerahan Hewan Kurban Golkar 2026, Eric Hermawan, menyebut total hewan kurban yang disalurkan Partai Golkar tahun ini mencapai 47 ekor sapi dan empat ekor kambing.
“Dari Pak Ketua Umum sendiri sapinya cukup besar, mencapai 1,3 ton,” ujar Eric.
Menurutnya, daging kurban nantinya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, pondok pesantren, organisasi masyarakat, hingga warga di kawasan pinggiran Jakarta Utara.
Program kurban Partai Golkar ini disebut bukan hanya bentuk ibadah tahunan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
Kehadiran sapi kurban jumbo milik Bahlil pun menjadi simbol bahwa tradisi berbagi di Hari Raya Idul Adha tetap dijalankan, bahkan saat sang ketua umum sedang berada di Tanah Suci.
(Anton)




















































