SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Keterlibatan personel TNI dalam patroli pemburu begal di wilayah Jakarta dan sekitarnya memicu perhatian publik. Langkah yang dilakukan Kodam Jaya bersama Polda Metro Jaya itu dilakukan sebagai bagian dari operasi patroli gabungan untuk menekan aksi kriminal jalanan yang belakangan dinilai semakin meresahkan warga.
Dalam patroli tersebut, Kodam Jaya disebut turut menerjunkan personel dari berbagai satuan, termasuk unsur batalion tempur. Kehadiran aparat gabungan di sejumlah titik rawan kejahatan dilakukan untuk memperkuat pengamanan malam hari dan mencegah aksi begal yang kerap menyasar pengendara.
Langkah ini mendapat beragam respons. Sebagian masyarakat menilai patroli gabungan TNI-Polri dapat memberikan rasa aman karena aparat terlihat lebih siaga di lapangan. Namun sejumlah pengamat militer menyoroti batas kewenangan antara tugas pertahanan dan penegakan hukum sipil.
Pengamat militer Mufti Makarim menilai penanganan tindak kriminal seperti begal seharusnya tetap menjadi domain kepolisian. Ia mengingatkan pentingnya menjaga batas peran aparat agar tidak menimbulkan tumpang tindih kewenangan dalam praktik di lapangan.
Pendapat serupa disampaikan pengamat keamanan Aris Santoso yang menilai keterlibatan militer dalam operasi kriminal sipil perlu memiliki dasar dan batas yang jelas agar tidak memunculkan multitafsir di masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah menilai kehadiran aparat teritorial TNI di daerah memiliki dampak terhadap stabilitas keamanan. Sjafrie Sjamsoeddin bahkan mengaitkan fenomena tersebut dengan rencana pembentukan 750 batalion baru hingga tahun 2029.
Menurut Sjafrie, keberadaan batalion teritorial di sejumlah wilayah disebut mampu membantu menekan angka kriminalitas dan meningkatkan keamanan lingkungan masyarakat.
Perdebatan mengenai pelibatan TNI dalam patroli keamanan sipil pun kini berkembang luas di tengah masyarakat. Sebagian mendukung langkah tersebut demi memperkuat keamanan jalanan, sementara sebagian lainnya meminta agar fungsi utama TNI dan Polri tetap dijalankan sesuai tugas pokok masing-masing.
(Anton)




















































