SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya menghadiri langsung Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kedatangan Prabowo menjadi sorotan karena membawa perubahan besar dalam tradisi ketatanegaraan Indonesia. Dalam rapat tersebut, Prabowo secara langsung menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di hadapan anggota dewan.
Langkah ini dinilai memecahkan tradisi lama yang selama bertahun-tahun menempatkan Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah untuk membacakan pengantar awal dokumen anggaran negara.
Biasanya, presiden hanya menyampaikan pidato resmi terkait keuangan negara dalam sidang tahunan menjelang 17 Agustus saat penyampaian nota keuangan RAPBN. Namun kali ini, Prabowo turun langsung sejak tahap awal pembahasan arah kebijakan fiskal pemerintah.
Momen tersebut langsung menjadi perhatian publik dan parlemen karena dianggap menunjukkan keseriusan Presiden dalam mengawal arah ekonomi dan anggaran negara sejak awal proses penyusunan RAPBN.
Kehadiran Prabowo di ruang paripurna juga disebut sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah ingin membangun komunikasi politik dan ekonomi yang lebih terbuka dengan DPR di tengah tantangan global dan kondisi ekonomi dunia yang masih penuh ketidakpastian.
Selain menyampaikan kerangka ekonomi makro, Prabowo juga memaparkan pokok-pokok kebijakan fiskal pemerintah yang akan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027.
Langkah Presiden hadir langsung di DPR ini pun dinilai menjadi sejarah baru dalam praktik ketatanegaraan Indonesia, sekaligus memperlihatkan perubahan gaya komunikasi pemerintahan di era Prabowo.
(Anton)



















































