SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Mercedes-Benz akhirnya “resmi nyemplung” serius ke dunia listrik lewat C-Class versi full elektrik. Bukan sekadar ikut tren, tapi langsung pamer teknologi yang bikin mobil lain kelihatan kayak remote TV.
Highlight paling absurd? Layar MBUX 39,1 inci. Iya, hampir selebar dosa masa lalu. Mau navigasi, nonton, sampai ngobrol sama AI—semua ada. Sistemnya bahkan ditenagai ChatGPT, Microsoft Bing, dan Google Gemini. Jadi kalau nyasar, bukan salah jalan—salah topik obrolan.
Desainnya juga nggak mau kalem. Grill depan bisa nyala-nyala kayak lagi konser, lampu depan DIGITAL LIGHT makin canggih, dan bodinya super licin dengan koefisien hambatan 0,22. Intinya, angin aja disuruh minggir.
Masuk ke dalam, suasananya lebih mirip lounge bandara kelas atas. Ada ambient light, sound system Burmester 4D, sampai sunroof yang bisa diatur transparansinya. Kursinya lega, ruang kaki nambah, dan yang paling menarik: ada bagasi depan. Iya, Mercy sekarang punya “kantong tambahan”, mungkin buat naruh ekspektasi.
Performa? Ini bagian yang bikin mobil sebelah mendadak intropeksi. Varian C400 4Matic punya tenaga 489 PS, akselerasi 0–100 km/jam cuma 4 detik. Sedan, tapi mentalnya sprinter.
Baterainya 94 kWh dengan arsitektur 800V, jarak tempuh tembus 762 km. Cas 10 menit bisa nambah 325 km. Jadi kalau kehabisan baterai, itu bukan karena mobilnya—itu karena kelamaan mikir mau pergi ke mana.
Suspensinya pakai AIRMATIC, ada rear-wheel steering, dan sistem pintar yang bisa “ngerumpi” sama mobil lain lewat cloud. Jadi kalau jalan rusak, mobil sudah tahu duluan sebelum kamu sempat ngeluh.
Kesimpulannya sederhana: ini bukan lagi mobil buat sekadar nyetir. Ini kendaraan yang siap diajak ngobrol, diajak lari, dan mungkin… diajak pamer dikit.
(Anton)




















































