SUARAINDONEWS. COM, Jakarta — Sosok Angelina Jolie kembali menjadi sorotan dunia. Bukan karena film terbaru atau penampilan di karpet merah, melainkan aksi nyatanya menyelamatkan hutan dan satwa liar di Kamboja.
Lewat yayasan miliknya, Maddox Jolie-Pitt Foundation (MJP Foundation), Jolie berhasil mengamankan sekitar 60.000 hektar kawasan hutan lindung di distrik Samlot, Provinsi Battambang. Kawasan yang sebelumnya dikenal rawan pembalakan liar dan perburuan satwa itu kini berubah menjadi wilayah konservasi yang dijaga ketat.
Aksi kemanusiaan ini disebut sebagai salah satu proyek pelestarian lingkungan terbesar yang pernah didukung langsung oleh selebritas Hollywood di Asia Tenggara.
Kedekatan Angelina Jolie dengan Kamboja bermula sejak dirinya mengadopsi putra pertamanya, Maddox, dari negara tersebut. Sejak saat itu, Jolie aktif membantu masyarakat lokal sekaligus memperjuangkan pelestarian alam di wilayah pedesaan Kamboja.
Mantan Pemburu Direkrut Jadi Penjaga Hutan
Langkah yang dilakukan Jolie juga dinilai unik dan menyentuh sisi kemanusiaan. Alih-alih memusuhi warga yang sebelumnya berburu liar demi bertahan hidup, MJP Foundation justru mengajak mereka bergabung menjaga hutan.
Para mantan pemburu itu direkrut, dilatih, lalu digaji resmi sebagai polisi hutan (forest rangers). Pengetahuan mereka tentang jalur hutan dan pergerakan satwa kini dimanfaatkan untuk melindungi kawasan konservasi dari perusakan dan perdagangan satwa ilegal.
Strategi tersebut dianggap efektif karena tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar hutan.
Kini, kawasan konservasi tersebut menjadi habitat aman bagi berbagai satwa liar dan tumbuhan langka yang sebelumnya terancam akibat aktivitas ilegal.
Aksi Angelina Jolie pun menuai pujian luas di media sosial. Banyak warganet menilai kepedulian sang aktris menjadi contoh nyata bahwa figur publik bisa memberi dampak besar bagi lingkungan, bukan sekadar tampil glamor di depan kamera.
Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan kerusakan hutan dunia, langkah Jolie disebut menjadi inspirasi sekaligus pengingat bahwa pelestarian alam membutuhkan aksi nyata, bukan hanya kampanye semata.
(Anton)




















































