SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Semangat berbagi dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial atau DNIKS untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pada momentum Idul Adha 2026, DNIKS menyembelih 2 ekor sapi dan 11 ekor kambing yang kemudian didistribusikan kepada puluhan organisasi sosial serta kelompok masyarakat rentan seperti keluarga prasejahtera, yatim piatu, lansia, hingga penyandang disabilitas.
Ketua Umum DNIKS A Effendy Choirie mengatakan distribusi daging kurban dilakukan agar manfaat Idul Adha benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“DNIKS menyembelih 11 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Pembagian dan distribusi daging kurban diharapkan tepat sasaran sehingga semua masyarakat bisa ikut menikmati dan hal ini bisa mengurangi kesenjangan sosial,” kata Gus Choi usai menyaksikan distribusi daging kurban di Kantor DNIKS, Kamis (28/5/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Sekjen DNIKS Sudarto, Ketua DNIKS Ali Nurdin, Sekretaris Dewan Pakar DNIKS Manimbang Kahariyadi, serta jajaran pengurus lainnya.
Tercatat sekitar 30 organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan ikut menerima distribusi daging kurban. Beberapa di antaranya yakni Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia, Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia, Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia, Forum Komunikasi Anak Betawi, hingga komunitas bajaj.
Gus Choi menegaskan DNIKS bersama berbagai komunitas sosial terus bersinergi agar distribusi bantuan lebih efektif dan tidak tumpang tindih.
“Pendekatan ini meminimalkan tumpang tindih dan meningkatkan efisiensi distribusi sehingga bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang membutuhkan,” ujarnya.
Tak hanya berdampak sosial, perayaan Idul Adha juga dinilai ikut menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya peternak lokal. Pembelian hewan kurban dari peternak kecil disebut membantu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat selama momentum hari raya.
Dalam kesempatan itu, DNIKS juga mengungkapkan bakal menggelar rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-49 organisasi tersebut. Kegiatan yang disiapkan mulai dari pelatihan TIK untuk masyarakat prasejahtera dan penyandang disabilitas, bakti sosial, lomba catur, lomba domino, lomba karya tulis ilmiah, hingga puncak perayaan HUT DNIKS di Kementerian Sosial.
“Semua kegiatan itu diharapkan bisa menumbuhkan semangat kesejahteraan sosial,” tutur Gus Choi.
Sementara itu, Sekjen DNIKS Sudarto menegaskan bahwa makna Idul Adha tidak berhenti pada ritual penyembelihan hewan kurban semata, tetapi juga harus menjadi pengingat pentingnya keadilan sosial dan semangat pemberdayaan masyarakat.
“Idul Adha mengingatkan kita bahwa kesejahteraan tidak bisa dinikmati segelintir orang. Semangat berbagi harus berlanjut menjadi program pemberdayaan setelah hari raya,” katanya.
Menurutnya, kesejahteraan sosial membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat sipil, pemerintah, dan dunia usaha agar dampaknya bisa dirasakan lebih luas dan berkesinambungan.
(Anton)




















































