SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Setelah lama terhenti karena perang, ajang Palestine Marathon akhirnya kembali digelar di Gaza, Jumat (8/5/2026). Suasana yang dulu dipenuhi suara ledakan kini berubah jadi lautan semangat ribuan pelari.
Sekitar 2.000 peserta ikut meramaikan acara ini. Bukan cuma atlet, tapi juga perempuan, anak muda, hingga penyandang disabilitas turun langsung ke lintasan.
Warga Gaza tampak memadati pinggir jalan untuk memberi semangat. Banyak yang merekam momen tersebut karena dianggap jadi tanda kehidupan mulai bangkit kembali setelah perang panjang.
Lomba utama sejauh 5 kilometer digelar di kawasan pesisir dekat Nuseirat, Gaza Tengah. Sementara kategori khusus 2 kilometer diikuti peserta penyandang disabilitas, termasuk pelari pengguna kaki prostetik.
Yang bikin banyak orang tersentuh, beberapa peserta disebut tetap ikut berlari meski pernah menjadi korban konflik perang.
“Hari ini kami tidak lari karena lomba saja. Kami lari untuk menunjukkan Gaza masih hidup,” ujar salah satu peserta marathon.
Ajang ini juga membawa pesan besar bertajuk “We Run for Freedom” atau “Kami Berlari untuk Kebebasan”.
Di media sosial, video ribuan warga Palestina berlari bersama langsung viral dan mendapat dukungan dari berbagai negara. Banyak netizen menyebut marathon ini bukan sekadar olahraga, tapi simbol harapan baru bagi rakyat Gaza.
“Di tengah reruntuhan perang, mereka masih punya semangat untuk berlari. Itu luar biasa,” tulis komentar warganet.
Kembalinya marathon ini menjadi penanda bahwa aktivitas masyarakat di Gaza perlahan mulai bangkit kembali meski luka akibat perang masih terasa di banyak tempat.
(Anton)




















































