SUARAINDONEWS. COM, Jakarta — Dunia sempat dibuat geleng kepala oleh aksi nekat seorang wanita asal Spanyol bernama Ángeles Durán. Bagaimana tidak, perempuan berusia 49 tahun itu mengklaim dirinya sebagai pemilik sah Matahari dan bahkan memiliki dokumen notaris resmi untuk mendukung klaim tersebut.
Kisah unik ini bermula ketika Durán menemukan “celah hukum” dalam Outer Space Treaty atau Perjanjian Luar Angkasa PBB tahun 1967. Dalam aturan internasional itu disebutkan bahwa tidak ada negara yang boleh menguasai planet atau benda langit. Namun, aturan tersebut ternyata tidak secara tegas melarang individu perseorangan mengklaim kepemilikan.
Melihat celah itu, Durán bergerak cepat. Ia mendatangi kantor notaris di Galicia dan mendaftarkan Matahari atas namanya sendiri.
“Saya orang pertama yang mengklaimnya, jadi secara hukum itu milik saya,” ujar Durán dalam wawancara yang sempat viral di berbagai media internasional.
Mau Tagih Pajak Matahari?
Yang membuat publik makin heboh, Durán tak berhenti sampai di situ. Setelah mengantongi dokumen notaris, ia mengaku berencana memungut biaya penggunaan sinar Matahari kepada perusahaan-perusahaan energi surya di seluruh dunia.
Perusahaan panel surya disebut menjadi target utama “pajak Matahari” tersebut karena dianggap memperoleh keuntungan besar dari energi matahari setiap hari.
Meski terdengar nyeleneh, Durán mengklaim dirinya bukan sekadar mencari uang pribadi. Ia bahkan menyusun rencana pembagian dana yang disebut akan digunakan untuk membantu ekonomi negara, dana pensiun, riset sains, hingga mengatasi kelaparan dunia.
Jual “Tanah Matahari” di Internet
Cerita makin liar ketika Durán mulai menjual “kapling Matahari” lewat situs e-commerce. Ia menawarkan lahan di Matahari dengan harga sekitar 1 Euro per meter persegi.
Tak sedikit orang penasaran dan mencoba membeli sertifikat unik tersebut. Namun aksi itu akhirnya dihentikan setelah platform penjualan online memblokir akunnya karena dianggap menjual objek yang tidak nyata dan tak bisa dipindahkan.
Tak terima, Durán bahkan sempat menggugat platform tersebut ke pengadilan Madrid.
Hingga kini, klaim kepemilikan Matahari itu masih menjadi perdebatan di kalangan ahli hukum internasional. Banyak pakar menilai dokumen notaris tidak otomatis membuat seseorang sah memiliki benda langit.
Meski begitu, kisah Ángeles Durán tetap tercatat sebagai salah satu aksi hukum paling nyentrik dan paling bikin heboh di dunia modern. Bayangkan saja, jika klaim itu benar-benar diakui, bisa jadi suatu hari umat manusia harus membayar “tagihan sinar Matahari” setiap bulan.
(Anton)



















































