SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Ketegangan geopolitik global yang terus meningkat dinilai menjadi tantangan serius bagi Indonesia. DPR RI hingga pengamat politik mengingatkan pentingnya memperkuat kedaulatan nasional sekaligus menjaga stabilitas dalam negeri, terutama di sektor energi, pangan, dan keamanan.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menegaskan Indonesia harus tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif di tengah persaingan global.
Hal itu disampaikan dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dave menyoroti sejumlah konflik global yang belum mereda, seperti perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
“Kalau hanya Rusia dan Ukraina, seharusnya konflik ini sudah selesai sejak lama,” kata Dave.
Ia menyebut konflik tersebut menunjukkan adanya keterlibatan banyak pihak, mulai dari suplai senjata hingga dukungan teknologi dan personel.
Selain itu, Dave juga mengingatkan fenomena warga negara asing, termasuk dari Indonesia, yang tergiur menjadi tentara bayaran di wilayah konflik.
Di sisi lain, Dave menilai dampak geopolitik global mulai terasa di sektor ekonomi, terutama kenaikan harga minyak dunia. Meski begitu, ia mengapresiasi langkah pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas melalui kebijakan fiskal.
“China adalah mitra dagang utama Indonesia, tapi kita juga butuh kerja sama teknologi dari Amerika Serikat dan Eropa. Jadi harus seimbang,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur LPI Ujang Komarudin menilai Indonesia perlu fokus memperkuat daya tahan nasional di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, ketahanan energi masih menjadi pekerjaan rumah besar karena Indonesia masih bergantung pada impor BBM.
“Kilang minyak dan cadangan energi harus diperkuat,” kata Ujang.
Selain energi, ia menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi utama negara. Dengan jumlah penduduk besar, gangguan pasokan pangan dinilai bisa berdampak serius.
Ujang juga mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri. Ia menilai stabilitas menjadi kunci agar sektor lain tetap berjalan baik.
“Kalau stabilitas politik dan keamanan terganggu, semuanya ikut terdampak,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi dan ketahanan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa di tengah arus globalisasi.
Baik DPR maupun pengamat sepakat, Indonesia harus aktif mendorong solusi damai di forum internasional, sekaligus memperkuat fondasi dalam negeri agar tetap tangguh menghadapi gejolak global.




















































