SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Perusahaan induk TikTok, ByteDance, dikabarkan tengah memperluas bisnisnya ke sektor otomotif melalui kolaborasi dengan pabrikan kendaraan listrik asal China, Seres Group. Kerja sama ini akan melahirkan merek mobil baru yang mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai fitur utama.
Langkah tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan semakin eratnya hubungan antara industri teknologi dan otomotif di China. Jika selama ini ByteDance dikenal sebagai perusahaan di balik platform media sosial TikTok, kini teknologi AI yang mereka kembangkan akan diterapkan pada kendaraan listrik generasi terbaru.
Merek baru hasil kolaborasi tersebut disebut akan memanfaatkan teknologi dari Volcano Engine, platform cloud milik ByteDance. Teknologi ini memungkinkan hadirnya kokpit pintar berbasis Artificial Intelligence dan Large Language Model (LLM) yang mampu berinteraksi dengan pengguna secara lebih natural layaknya asisten virtual.
Dengan sistem tersebut, pengemudi nantinya dapat berkomunikasi dengan kendaraan menggunakan percakapan yang lebih alami dan kontekstual. Pengalaman berkendara pun diharapkan menjadi lebih personal, interaktif, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.
Menurut sejumlah laporan media otomotif China, model pertama dari merek baru tersebut dijadwalkan meluncur pada tahun 2026. Kendaraan yang akan diperkenalkan berupa crossover yang memadukan karakter sedan dan SUV dalam satu desain.
Konsumen nantinya dapat memilih dua jenis sistem penggerak, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan listrik murni, serta Range Extender Electric Vehicle (EREV) yang menggunakan generator tambahan untuk memperpanjang jarak tempuh.
Bagi Seres, kolaborasi dengan ByteDance menjadi langkah strategis berikutnya setelah sebelumnya sukses mengembangkan merek AITO bersama Huawei. Jika AITO dikenal mengandalkan ekosistem teknologi Huawei, proyek terbaru ini akan fokus pada integrasi kecerdasan buatan dan layanan digital berbasis cloud.
Persaingan kendaraan listrik pintar di China pun diperkirakan akan semakin ketat. Setelah Huawei dan Xiaomi lebih dulu masuk ke industri otomotif, kini ByteDance juga ikut meramaikan pasar yang tengah berkembang pesat tersebut.
Kehadiran mobil listrik berbasis AI ini diyakini menyasar generasi muda yang menginginkan konektivitas tinggi antara kendaraan dan kehidupan digital sehari-hari. Tidak hanya sebagai alat transportasi, kendaraan masa depan juga diposisikan sebagai perangkat pintar yang mampu memahami kebiasaan dan kebutuhan penggunanya.
Apabila peluncuran berjalan sesuai rencana, merek baru hasil kolaborasi Seres dan ByteDance berpotensi menjadi salah satu pemain penting di segmen kendaraan listrik pintar, tidak hanya di China tetapi juga di pasar global.
(Anton)



















































