SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Selama bertahun-tahun, Tesla dikenal sebagai “raja efisiensi” di dunia mobil listrik. Tapi kini muncul penantang baru yang membuat banyak pengamat otomotif mengangkat alis.
Adalah SUV listrik terbaru dari Rivian, yakni R2 Performance, yang secara mengejutkan berhasil menyamai tingkat efisiensi Tesla Model Y Performance meski memiliki bodi lebih besar, lebih tinggi, dan bobot jauh lebih berat.
Temuan ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta kendaraan listrik.
Bagaimana tidak? Secara logika, kendaraan yang lebih besar dan lebih berat biasanya lebih boros energi. Namun data resmi justru menunjukkan hal yang sebaliknya.
Rivian R2 Performance mencatat efisiensi gabungan 105 MPGe dengan konsumsi energi 32 kWh per 100 mil. Angka tersebut identik dengan Tesla Model Y Performance.
Yang lebih mengejutkan lagi, R2 justru unggul dalam jarak tempuh.
SUV listrik anyar itu mampu melaju hingga sekitar 330 mil atau 531 kilometer dalam sekali pengisian daya. Sementara Model Y Performance berada di angka 306 mil atau sekitar 492 kilometer.
Artinya, mobil yang lebih besar ini sanggup berjalan sekitar 39 kilometer lebih jauh dibanding rivalnya dari Tesla.
Fakta ini membuat banyak pengamat menyebut Rivian berhasil melakukan “sulap teknik” yang selama ini menjadi keunggulan utama Tesla.
Pasalnya, R2 memiliki bobot sekitar 5.250 pon atau hampir 2,4 ton. Angka tersebut hampir 800 pon lebih berat dibandingkan Model Y.
Tak hanya itu, desain R2 juga jauh lebih kotak dan tegak khas SUV petualang. Ground clearance lebih tinggi, kabin lebih lapang, serta karakter off-road yang lebih kuat biasanya menjadi musuh utama efisiensi kendaraan listrik.
Namun hasil akhirnya justru membuat Tesla kehilangan salah satu senjata andalannya.
“Ini bukan sekadar soal jarak tempuh. Ini soal bagaimana Rivian mampu menyamai standar efisiensi yang selama ini identik dengan Tesla,” tulis sejumlah analis otomotif yang menyoroti hasil pengujian tersebut.
Kesuksesan ini disebut berkat platform baru R2 yang jauh lebih ringan dibanding generasi R1. Rivian memangkas bobot hingga sekitar 1.300 pon melalui teknologi produksi baru, sistem penggerak yang lebih efisien, hingga desain suspensi yang lebih sederhana.
Dari sisi harga, pertarungan keduanya juga semakin panas.
Rivian R2 Performance dibanderol mulai US$57.990 atau sekitar Rp950 jutaan. Sementara Tesla Model Y Performance dijual mulai US$57.490.
Selisihnya sangat tipis.
Karena itulah banyak pihak memprediksi pertarungan kedua mobil listrik ini bakal menjadi salah satu duel paling seru di pasar EV Amerika tahun ini.
Pertanyaannya sekarang, apakah konsumen akan tetap memilih Tesla yang sudah lebih dulu terkenal, atau justru beralih ke Rivian yang menawarkan bodi lebih besar, karakter lebih tangguh, dan jarak tempuh lebih jauh?
Jawabannya kemungkinan akan mulai terlihat ketika pengiriman perdana Rivian R2 resmi dimulai pada 9 Juni mendatang. Satu hal yang pasti, dominasi Tesla kini tak lagi terasa seaman dulu.
(Anton)


















































