SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin pernyataan yang cukup bikin orang garuk-garuk kepala. Ia mengklaim sudah “membuka Selat Hormuz secara permanen”, padahal sebelumnya jalur penting itu sempat diblokade.
Lewat unggahan di Truth Social, Trump bilang keputusan ini bukan cuma buat AS, tapi juga demi China dan “dunia”.
“China sangat senang… saya lakukan ini untuk mereka juga—dan untuk dunia,” tulisnya. Santai banget.
Beberapa hari sebelumnya, situasi di Selat Hormuz lagi panas-panasnya. AS bahkan sempat memblokade jalur itu setelah negosiasi dengan Iran gagal, meski sudah dimediasi Pakistan.
Kapal perang AS pun disebut-sebut sempat bikin perdagangan Iran lewat selat itu “mandek total”.
Eh, belum lama, langsung dibuka lagi. Plot twist level internasional.
Trump juga bilang Presiden China, Xi Jinping, sudah setuju untuk tidak kirim senjata ke Iran.
Bahkan, Trump pede bakal dapat “pelukan hangat” dari Xi saat berkunjung ke China bulan depan.
Masalahnya, sampai sekarang China belum kasih respons. Sebelumnya malah sempat menyebut tudingan AS itu “berbahaya dan tidak bertanggung jawab”.
Jadi… ini sepihak atau gimana?
Sebelumnya, Iran menutup Selat Hormuz untuk “kapal musuh” sebagai balasan atas serangan militer AS dan Israel sejak akhir Februari.
Teheran juga minta diakui punya kendali atas jalur itu, termasuk soal pungutan biaya.
Selat Hormuz itu bukan selat biasa. Ini jalur utama pengiriman minyak dunia. Kalau terganggu sedikit saja, efeknya bisa kemana-mana—termasuk harga BBM yang bisa ikut naik.
Dunia lagi nonton:
- AS buka-tutup jalur penting
- China disebut-sebut tapi belum komentar
- Iran masih panas
Dan semuanya terjadi di salah satu jalur paling krusial di dunia.
Bisa dibilang: ini bukan cuma soal selat, tapi soal siapa pegang kendali global.
(Anton)



















































