SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Selat Malaka hingga Selat Makassar dinilai jadi kunci kekuatan maritim Indonesia di tengah dinamika global
Pakar teknologi blockchain, Nick Szabo, menyoroti posisi geopolitik Indonesia yang dinilai sangat strategis dalam mengendalikan arus perdagangan maritim global.
Melalui unggahannya di platform X pada Selasa (14/4), Szabo menyebut Indonesia memiliki kendali besar atas jalur pelayaran internasional. Hal ini didukung oleh keberadaan Selat Malaka yang merupakan salah satu jalur tersibuk di dunia.
Selain itu, Indonesia juga memiliki sejumlah jalur strategis lain, seperti Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar yang memperkuat peran dalam konektivitas perdagangan global.
Menurut Szabo, kekuatan dominasi maritim di abad ke-21 tidak lagi semata ditentukan oleh kekuatan armada angkatan laut.
Ia menilai, negara dengan garis pantai panjang serta wilayah luas yang berada dalam jangkauan teknologi seperti rudal dan drone justru memiliki keunggulan strategis baru. Dalam hal ini, Indonesia dinilai memiliki potensi besar, meski belum sepenuhnya disadari.
Szabo juga membandingkan posisi Indonesia dengan Iran yang menguasai Selat Hormuz, salah satu jalur paling vital dalam distribusi energi dunia.
Menurutnya, posisi Indonesia dalam menguasai sejumlah selat penting menempatkan Tanah Air sebagai salah satu pemain kunci dalam dinamika perdagangan global.
Dengan posisi geografis tersebut, kedaulatan maritim Indonesia dinilai menjadi “kartu as” yang dapat menentukan arah perdagangan dunia ke depan.
Intinya, Indonesia bukan sekadar negara kepulauan, tetapi memiliki posisi strategis yang bisa memengaruhi jalur perdagangan global jika dimanfaatkan secara optimal.
(Anton)




















































