SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – China resmi meluncurkan proyek ambisius berupa “pulau terapung” buatan pertama di dunia pada akhir Maret 2026. Fasilitas canggih ini dirancang sebagai infrastruktur sains dan teknologi nasional untuk mendukung penelitian laut dalam dalam berbagai kondisi cuaca ekstrem.
Platform yang dikembangkan oleh Shanghai Jiao Tong University ini bukan pulau dalam arti konvensional, melainkan struktur semi-submersible (setengah tenggelam) yang mampu tetap stabil di tengah gelombang besar dan badai laut lepas.
Fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat riset laut dalam, termasuk eksplorasi sumber daya, pengembangan teknologi kelautan, hingga studi ilmiah samudra. Dengan kemampuan mendukung penelitian hingga kedalaman 10.000 meter, proyek ini disebut sebagai salah satu terobosan terbesar dalam teknologi kelautan modern.
Selain itu, “pulau terapung” ini dilengkapi laboratorium canggih, sistem pendukung berbasis kapal, serta fasilitas penelitian yang mampu menampung banyak ilmuwan dalam satu waktu. Beberapa laporan bahkan menyebut ukuran strukturnya setara bangunan puluhan lantai.
Media pemerintah seperti Global Times menyebut proyek ini sebagai langkah strategis China dalam memperkuat posisi di bidang riset laut dalam dan eksplorasi sumber daya maritim.
Meski disebut “pulau terapung”, para ahli menilai struktur ini lebih tepat dikategorikan sebagai platform riset laut raksasa. Namun demikian, skalanya yang besar dan kemampuannya beroperasi di segala cuaca membuatnya dijuluki sebagai yang pertama di dunia.
Proyek ini juga dinilai memiliki implikasi luas, tidak hanya dalam bidang sains, tetapi juga dalam konteks geopolitik dan penguasaan teknologi maritim global.
Dengan peluncuran ini, China kembali menunjukkan ambisinya menjadi pemain utama dalam eksplorasi laut dalam dan inovasi teknologi masa depan.
(Anton)




















































