SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Satu kapal tanker terkait China yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat dilaporkan tetap melintas di Selat Hormuz, hanya sehari setelah blokade laut diberlakukan oleh AS.
Kapal bernama Rich Starry (eks Full Star) sebelumnya dikenai sanksi karena diduga membantu Iran menghindari pembatasan ekspor energi.
Menurut laporan Reuters, kapal ini membawa sekitar 250.000 barel metanol dan berhasil melewati jalur tersebut tanpa dicegat.
Menariknya, tidak semua kapal berani melakukan hal serupa. Setidaknya ada kapal lain yang memilih putar balik setelah blokade diumumkan, menandakan situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian.
Di sisi lain, pemerintah China mengkritik kebijakan AS. Beijing menilai blokade tersebut sebagai langkah yang berbahaya dan berpotensi memperkeruh situasi global.
Saat ini, belum ada kepastian apakah AS akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal serupa ke depan. Keputusan Washington dalam beberapa waktu ke depan akan sangat menentukan—apakah blokade ini benar-benar tegas atau justru longgar.
Yang jelas, kondisi di Selat Hormuz langsung berdampak ke pasar energi. Jalur ini dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan bisa mendorong harga minyak naik dan memicu gejolak pasar global.
Intinya, ini bukan sekadar kapal lewat, tapi jadi ujian nyata kekuatan blokade AS—dan bisa berdampak luas ke ekonomi dunia.
(Anton)



















































