SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di kantor DPP PSI, Jakarta.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi. Ada isu penting yang dibahas: nasib kapal tanker Indonesia yang melintas di Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi dunia yang lagi panas karena situasi geopolitik.
Kaesang langsung to the point. Ia menyampaikan aspirasi agar kapal tanker milik Indonesia, termasuk yang membawa minyak dari Pertamina, bisa kembali melintas dengan lancar.
Respons dari pihak Iran? Positif.
Menurut Kaesang, hambatan yang terjadi saat ini bukan karena konflik besar, tapi lebih ke urusan teknis dan administratif.
“Sudah direspons, tinggal sedikit technical issue,” kira-kira begitu intinya.
Kaesang juga menegaskan hubungan Indonesia–Iran selama ini berjalan baik. Ia bahkan berharap situasi di kawasan Timur Tengah bisa segera membaik dan tidak lagi memakan korban.
Sebelum ke PSI, Dubes Iran juga sempat bertemu Joko Widodo di Solo. Dalam pertemuan itu, dibahas kondisi terkini di Iran, termasuk dampak konflik terhadap masyarakat dan ekonomi.
Dari pihak Indonesia, disampaikan simpati serta harapan agar situasi cepat stabil. Sementara Iran menegaskan haknya untuk membela diri sesuai hukum internasional.
Selat Hormuz lagi tegang, tanker RI sempat “nahan napas”, tapi komunikasi diplomatik terus jalan biar distribusi energi tetap aman.
Semoga bukan cuma kapal yang bisa lewat, tapi juga situasi dunia ikut adem lagi.
(Anton)



















































