SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Dominasi perusahaan teknologi Amerika Serikat di China mulai goyah. Sejumlah raksasa teknologi seperti Nvidia, Tesla hingga Apple kini menghadapi tekanan besar karena China semakin mandiri dalam teknologi, manufaktur, dan konsumsi domestik.
Situasi ini menjadi sorotan setelah beberapa CEO teknologi ternama ikut dalam kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China.
CEO Nvidia Jensen Huang disebut melobi pemerintah AS agar mengizinkan penjualan chip AI versi lebih rendah ke pasar China. Namun langkah tersebut tidak berjalan mulus karena Beijing kini lebih fokus memperkuat produsen chip lokal mereka sendiri.
Di sektor kendaraan listrik, Elon Musk juga menghadapi persaingan sengit. Penjualan Tesla di China mulai tertekan oleh agresivitas BYD yang semakin mendominasi pasar mobil listrik domestik.
Sementara itu, Tim Cook harus menghadapi tekanan dari merek lokal seperti Huawei dan Xiaomi di pasar smartphone terbesar dunia tersebut.
Pendiri China Market Research Group bahkan menyebut masalah utama bukan hanya persaingan produk, tetapi juga menurunnya kepercayaan publik China terhadap teknologi Amerika.
Menurutnya, banyak konsumen dan pelaku industri China kini lebih memilih teknologi dalam negeri dibanding produk AS.
Di tengah situasi itu, Trump mengklaim China akan membeli 200 pesawat Boeing dengan potensi hingga 750 unit. Namun sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari kedua negara terkait detail kesepakatan tersebut.
Para analis menilai kondisi ini menunjukkan perubahan besar dalam peta ekonomi global. Jika dulu perusahaan Amerika mendominasi pasar China, kini Negeri Tirai Bambu justru semakin percaya diri mengembangkan teknologi dan industrinya sendiri.
(Anton)




















































