SUARAINDONEWS.COM, Makkah — Suasana berbeda terlihat di sekitar pemondokan jemaah haji Indonesia di Makkah. Di tengah padatnya aktivitas ibadah, ribuan jemaah justru ramai menyerbu pasar kaget yang muncul di sejumlah kawasan seperti Syisyah, Jarwal, hingga Aziziyah.
Pasar dadakan tersebut langsung menjadi pusat perhatian para jemaah karena menghadirkan suasana yang mirip dengan pasar tradisional di Indonesia.
Berbagai jajanan khas Nusantara mulai dari bakso, gorengan, bubur kacang hijau, risol, klepon, hingga onde-onde dijual di sepanjang area pemondokan. Kehadiran kuliner Indonesia itu pun menjadi “obat rindu” bagi para jemaah yang sudah berminggu-minggu berada di Tanah Suci.
“Rasanya seperti lagi di kampung. Ada gorengan, bakso, bahkan pedagangnya ngomong bahasa Indonesia,” ujar salah satu jemaah asal Jawa Tengah.
Tak hanya makanan, pasar kaget ini juga dipenuhi penjual perlengkapan ibadah, oleh-oleh khas Arab Saudi, pakaian muslim, hingga kebutuhan harian jemaah.
Yang membuat suasana semakin menarik, sebagian besar pedagang ternyata fasih berbahasa Indonesia. Bahkan transaksi pembayaran pun banyak yang masih menerima rupiah sehingga memudahkan jemaah saat berbelanja.
Sejak pagi hari, kawasan pasar sudah dipadati jemaah yang baru pulang beribadah dari Masjidil Haram. Keramaian biasanya semakin memuncak menjelang malam.
Fenomena pasar kaget ini pun ramai dibicarakan di media sosial karena dianggap menjadi salah satu sisi unik musim haji 2026. Banyak jemaah mengaku terbantu karena tidak perlu jauh-jauh mencari makanan Indonesia maupun kebutuhan sehari-hari.
Selain menjadi tempat belanja, pasar kaget tersebut juga menjadi tempat berkumpul dan melepas penat para jemaah di sela-sela ibadah haji yang padat.
(Anton)




















































