SUARAINDONEWS. COM, Bekasi — Kecelakaan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB. KRL Commuter Line ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya.
Akibat kejadian ini, 4 orang meninggal dunia dan sekitar 30–40 penumpang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.
KRL dilaporkan sedang berhenti di jalur saat insiden terjadi. Dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek melaju dan menghantam bagian belakang rangkaian KRL. Benturan keras membuat gerbong belakang—termasuk gerbong wanita—ringsek parah.
Sejumlah penumpang sempat terjebak di dalam gerbong yang rusak. Petugas gabungan melakukan evakuasi dramatis menggunakan alat pemotong besi untuk mengeluarkan korban.
Korban luka dan meninggal langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi. Hingga kini, proses pendataan korban masih terus dilakukan.
Dugaan awal, KRL berhenti akibat adanya gangguan di lintasan rel, termasuk kemungkinan adanya kendaraan yang menghambat jalur. Namun, penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Tim gabungan dari PT KAI, Basarnas, kepolisian, dan tenaga medis dikerahkan ke lokasi untuk penanganan dan evakuasi.
Akibat insiden ini, perjalanan kereta di lintas Bekasi–Cikarang sempat terganggu dan mengalami keterlambatan. Petugas juga melakukan proses evakuasi rangkaian serta perbaikan jalur rel.
(Anton)



















































