SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Dunia internasional kembali digegerkan dengan aksi militer Israel di Laut Mediterania. Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk dua jurnalis media nasional Republika, dilaporkan berada dalam armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang dicegat pasukan Israel saat hendak menyalurkan bantuan ke Gaza.
Insiden tersebut langsung memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Indonesia dan organisasi solidaritas Palestina internasional.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, kapal-kapal dalam armada Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan Global Sumud Flotilla dicegat di perairan internasional oleh militer Israel. Sejumlah peserta misi dilaporkan sempat hilang kontak setelah operasi pencegatan berlangsung.
Sembilan WNI yang berada dalam armada tersebut adalah:
- Herman Budianto Sudarsono
- Ronggo Wirasanu
- Andi Angga Prasadewa
- Aras Asad Muhammad
- Hendro Prasetyo
- Andre Prasetyo Nugroho
- Rahendro Herubowo
- Bambang Noroyono
- Thoudy Badai
Dua nama terakhir diketahui merupakan jurnalis dari Republika yang ikut dalam misi kemanusiaan internasional menuju Jalur Gaza.
Menurut laporan sejumlah media internasional dan jaringan solidaritas Palestina, armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza yang hingga kini masih berada dalam krisis akibat blokade dan konflik berkepanjangan.
Dicegat di Laut Mediterania
Armada Global Sumud Flotilla dilaporkan berangkat bersama aktivis dan relawan dari berbagai negara. Namun di tengah perjalanan, kapal-kapal mereka dihentikan oleh militer Israel di wilayah perairan internasional dekat Siprus.
Beberapa kapal yang disebut ikut dicegat antara lain:
- Josef/Yusuf
- Bora Alize
- Kasr-1
- Ozgurluk
- Beit Hanun/Zefiro
Sejumlah laporan menyebut pasukan Israel melakukan penguasaan kapal dan pemeriksaan terhadap seluruh relawan di atas kapal.
Kemlu RI Buka Suara
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia langsung merespons keras insiden tersebut. Pemerintah Indonesia mengecam tindakan Israel yang dinilai menghalangi misi kemanusiaan internasional.
Kemlu RI juga memastikan pihaknya terus memantau kondisi para WNI dan berkoordinasi dengan sejumlah Kedutaan Besar RI di kawasan Timur Tengah dan Mediterania.
“Indonesia mengecam tindakan Israel terhadap kapal misi kemanusiaan internasional dan terus memantau keselamatan WNI,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI.
Publik Indonesia Ramai
Kabar pencegatan kapal dan hilangnya kontak sejumlah relawan Indonesia langsung menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Tagar dukungan untuk Gaza dan keselamatan relawan Indonesia mulai bermunculan sejak Senin malam.
Banyak warganet mempertanyakan tindakan Israel yang disebut mencegat kapal bantuan sipil di perairan internasional.
“Ini misi kemanusiaan, bukan militer. Dunia harus buka mata,” tulis salah satu pengguna media sosial X.
Jurnalis Ikut Jadi Korban
Kasus ini juga menjadi perhatian serius komunitas pers nasional karena dua jurnalis Republika ikut berada dalam armada tersebut. Sejumlah organisasi media mengecam tindakan yang dinilai mengancam keselamatan jurnalis sipil saat menjalankan tugas peliputan kemanusiaan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai kondisi terbaru seluruh relawan Indonesia pasca-pencegatan kapal oleh militer Israel.
(Anton)



















































