SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kabar menggembirakan datang dari jemaah haji asal Aceh tahun 2026. Setibanya di Makkah, para jemaah mulai menerima dana wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal atau sekitar Rp9,3 juta per orang.
Dana tersebut mulai dibagikan kepada jemaah Kloter 2, sementara Kloter 1 akan menyusul karena masih berada di Madinah dan dijadwalkan bergerak ke Makkah secara bertahap.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan pembagian dilakukan sesuai jadwal kedatangan kloter agar semua jemaah mendapatkan haknya secara merata.
Yang menarik, dana ini bukan berasal dari pemerintah, melainkan dari wakaf bersejarah yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu di Makkah.
Wakaf tersebut dikenal dengan nama Baitul Asyi, sebuah lembaga wakaf produktif yang didirikan oleh tokoh asal Aceh, Habib Bugak Al-Asyi, sejak awal tahun 1800-an. Hingga kini, hasil pengelolaan aset wakaf tersebut rutin dibagikan kepada jemaah haji asal Aceh setiap musim haji.
Selain dana wakaf tersebut, jemaah Aceh juga menerima biaya hidup dari pemerintah sebesar 750 riyal atau sekitar Rp3,5 juta. Jika ditotal, setiap jemaah bisa menerima sekitar 2.750 riyal atau setara Rp12,8 juta.
Kondisi jemaah Aceh di Arab Saudi juga dilaporkan dalam keadaan sehat dan tidak mengalami kendala berarti selama pelaksanaan ibadah haji.
Fenomena ini kembali menjadi sorotan karena tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan fasilitas tambahan seperti ini, sehingga banyak masyarakat menyebutnya sebagai “keistimewaan jemaah haji Aceh”.
(Anton)




















































