SUARAINDONEWS.COM, Yogyakarta — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Bachtiar Najamudin memberikan pembekalan kepada 1.760 calon wisudawan sarjana dan sarjana terapan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kegiatan pembekalan wisudawan periode III tahun akademik 2024/2025, Selasa (19/5), di Grha Sabha Pramana UGM.
Kegiatan tersebut digelar sehari sebelum pelaksanaan wisuda sarjana UGM yang berlangsung pada 20–21 Mei 2025.
Dalam pembekalannya, Sultan menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan titik awal memasuki dunia nyata yang penuh tantangan.
“Wisuda bukan garis akhir pendidikan, melainkan hari pertama kalian diuji di lingkungan yang lebih nyata,” ujar Sultan di hadapan ribuan calon wisudawan.
Ia menyoroti perbedaan besar antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan realitas dunia kerja dan kehidupan profesional.
“Dan sering kali realitas tidak selalu hadir sesuai dengan isi proposal yang teman-teman pikirkan,” katanya.
Menurut Sultan, tantangan setelah lulus tidak lagi sekadar nilai di atas kertas, tetapi menyangkut tanggung jawab, tekanan, hingga dampak dari setiap keputusan yang diambil.
“Keputusan keliru di dunia usaha atau di lapangan pekerjaan itu berdampak,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sultan juga mengingatkan pentingnya memiliki perencanaan hidup dan target masa depan yang jelas. Ia meminta para lulusan tidak hanya berjalan mengikuti keadaan, tetapi mulai menyusun masa depan secara terarah.
“Mulailah berpikir tentang masa depan atau target hidup. Jangan lagi seperti kami dulu, lebih banyak by accident, bukan by design,” pesannya.
Selain hard skill, Sultan juga menekankan pentingnya membangun soft skill seperti integritas, kecerdasan emosional, kemampuan beradaptasi, hingga penguasaan teknologi dan digitalisasi di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Ia mendorong para lulusan UGM untuk tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan inovasi, membangun bisnis, serta membuka peluang kerja baru.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang sukses, tapi bercita-citalah menjadi orang yang bermanfaat,” ujar Sultan.
Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni Arie Sujito menyampaikan selamat kepada seluruh calon wisudawan dan berharap pembekalan tersebut menjadi bekal penting memasuki dunia profesional.
Menurutnya, alumni UGM harus menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, kolaboratif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
“Menjadi alumni UGM haruslah menjadi subjek yang berdampak dan berkontribusi positif dalam memecahkan permasalahan bangsa,” kata Arie.
(Anton)



















































