SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Indonesia kembali menegaskan dominasinya sebagai produsen nikel terbesar di dunia. Berdasarkan laporan United States Geological Survey (USGS) 2025, produksi nikel Indonesia mencapai 2,6 juta ton atau jauh meninggalkan negara-negara lain.
Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di posisi pertama produsen nikel global dengan selisih sangat besar dibanding Filipina yang berada di posisi kedua dengan produksi sekitar 270 ribu ton.
Sementara itu, negara lain seperti Rusia, Kaledonia Baru, Kanada, hingga China berada di bawah Indonesia dalam daftar negara penghasil nikel terbesar dunia.
Dominasi Indonesia dalam industri nikel global dinilai semakin kuat seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik dan industri energi baru.
Pengamat industri tambang menilai cadangan nikel Indonesia yang melimpah menjadi salah satu faktor utama yang membuat posisi Indonesia sulit tergeser.
“Indonesia saat ini menjadi pemain utama dalam rantai pasok nikel dunia, terutama untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik,” ujar pengamat industri pertambangan.
Selain memiliki cadangan besar, pemerintah juga terus mendorong hilirisasi industri nikel agar tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah seperti baterai dan bahan baku kendaraan listrik.
Laporan USGS juga menunjukkan Indonesia menyumbang sebagian besar produksi nikel global pada 2025. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi negara strategis dalam industri energi dan otomotif dunia.
Meski demikian, peningkatan produksi nikel juga diiringi sorotan terkait isu lingkungan dan pengelolaan tambang yang berkelanjutan.
(Anton)




















































