SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR merupakan metode efektif untuk menanamkan pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda. Menyikapi polemik pelaksanaan final LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat, MPR memutuskan lomba tingkat provinsi tersebut akan digelar ulang dengan melibatkan juri independen dan pengawasan langsung pimpinan MPR.
“Lomba ini kami anggap sebagai salah satu metode yang efektif untuk memastikan pemimpin-pemimpin bangsa ke depan memahami konstitusi dan nilai luhur terhadap negerinya,” kata Muzani dalam konferensi pers di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Muzani menjelaskan, Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR pertama kali digelar pada 2009 dan saat itu hanya diikuti siswa SMA tingkat DKI Jakarta. Namun, karena dinilai efektif sebagai sarana sosialisasi Empat Pilar MPR kepada generasi muda, sejak 2010 lomba tersebut ditingkatkan menjadi skala nasional dan rutin digelar hingga masa pandemi COVID-19.
“Ketika COVID, lomba itu terhenti dan baru dimulai lagi tahun 2022 hingga tahun 2024,” ujarnya.
Menurut Muzani, MPR memandang penting memberikan pemahaman mendalam mengenai Empat Pilar kepada generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa dan agen perubahan di masa depan.
“Kita harus memastikan bahwa pemimpin-pemimpin bangsa ini ke depan jatuh kepada mereka yang mengerti konstitusi, mengerti nilai-nilai luhur terhadap negerinya,” tegasnya.
Selain melalui lomba, sosialisasi Empat Pilar juga terus dilakukan oleh seluruh 732 anggota MPR di daerah pemilihannya masing-masing.
Terkait polemik pelaksanaan final LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat, Muzani menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan netizen yang memberikan perhatian, kritik, serta masukan terhadap kegiatan tersebut.
“Kami menerima itu sebagai pandangan positif untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan kami selanjutnya,” katanya.
Setelah mendengar penjelasan dari Sekretariat Jenderal MPR, pimpinan MPR mengambil sejumlah keputusan. Pertama, final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat akan digelar ulang dalam waktu dekat.
Kedua, proses penjurian akan dilakukan oleh juri independen. Ketiga, pimpinan MPR akan mengawasi langsung jalannya lomba dari awal hingga akhir.
Selain itu, MPR juga mengapresiasi para peserta yang menyampaikan protes dan pandangan atas ketidakpuasan mereka terhadap hasil lomba sebelumnya.
“Kami mendengar itu sebagai sebuah cara untuk melatih mereka menjadi contoh demokrasi yang baik,” ujar Muzani.
Ia menambahkan, MPR akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap berbagai kegiatan kelembagaan agar semakin baik ke depannya.
“Mudah-mudahan ini bisa cukup menjelaskan apa yang selama ini menjadi pertanyaan masyarakat luas dan netizen,” pungkasnya. (kiki apriansyah)
(Anton)




















































