SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Haji tahun ini menjadi perhatian publik karena perubahan signifikan dalam pelaksanaannya, terutama dalam hal pengelolaan dan sistem yang dijalankan. Alasannya, karena haji tahun ini masih dalam tahap uji coba dan belum bisa dinilai sukses secara keseluruhan.
Pendapat ini dikemukakan pengamat Haji dan Umrah, Ade Marpudin dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema “Komitmen Bersama Menjaga Keselamatan Jemaah dan Keamanan Pelaksanaan Haji 2026”, yang diselenggarakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, perubahan yang dilakukan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan haji perlu diukur dari hasil akhir, bukan hanya dari proses awal.
“Haji tahun ini masih dalam uji coba, jadi kita belum bisa mengklaim bahwa perjalanan ini sukses atau gagal,” ujarnya menambahkan bahwa perubahan yang dilakukan Kementerian Agama dalam penyelenggaraan haji perlu dilihat dari hasil akhir, bukan hanya dari proses awal.
Lanjut dia, kalau hanya melihat dari awal, maka bisa jalan di tempat. Karena ini adalah perubahan yang visioner, dan perlu menunggu hasil akhirnya.
Menurut Ade, haji tahun ini menjadi momen penting untuk menguji sistem baru yang diharapkan mampu memberikan pengalaman lebih baik bagi jemaah.
“Kita harus menunggu evaluasi akhir untuk menilai apakah perubahan ini berhasil atau tidak,” pungkasnya.
Dengan adanya perubahan ini, Ade berharap Kementerian Agama dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. Ia menegaskan bahwa keberhasilan haji tidak hanya terlihat dari proses, tetapi juga dari hasil akhir yang diperoleh.
(Anton)



















































