SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – China mulai serius masuk ke industri wisata luar angkasa dan menargetkan penerbangan komersial pertama mulai beroperasi pada 2027.
Melalui perusahaan antariksa seperti CAS Space dan Deep Blue Aerospace, China tengah mengembangkan penerbangan suborbital yang memungkinkan penumpang merasakan sensasi gravitasi nol selama beberapa menit di luar atmosfer bumi.
Dalam perjalanan tersebut, wisatawan akan dibawa menggunakan roket hingga mencapai tepi luar angkasa di ketinggian sekitar 100 kilometer dari permukaan bumi. Penumpang nantinya dapat melihat lengkungan bumi dari luar atmosfer sebelum kembali mendarat.
Namun pengalaman eksklusif itu tentu tidak murah. Harga tiket wisata luar angkasa China diperkirakan mencapai miliaran rupiah per orang dan saat ini masih menyasar kalangan super kaya.
Meski begitu, antusiasme publik disebut sangat tinggi. Tiket penerbangan perdana wisata luar angkasa yang dijual secara online dilaporkan langsung habis dalam hitungan menit.
Langkah China ini juga membuat persaingan industri wisata luar angkasa semakin panas. Sebelumnya, perusahaan Amerika seperti Blue Origin milik Jeff Bezos dan Virgin Galactic milik Richard Branson lebih dulu mengembangkan layanan serupa.
Banyak pengamat menilai wisata luar angkasa kini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah, melainkan mulai menjadi industri nyata yang terus berkembang di masa depan.
(Anton)



















































