SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Siapa sangka, hal sederhana seperti pelukan ternyata punya dampak besar bagi kesehatan mental manusia. Sebuah temuan yang banyak dikutip dari studi psikologi yang terindeks di PubMed menyebutkan bahwa pelukan rutin dapat membantu menurunkan stres hingga meredakan gejala kecemasan dan depresi ringan.
Dalam beberapa kajian psikologi sosial, disebutkan bahwa sekitar empat pelukan per hari sudah bisa memberikan efek positif bagi kondisi emosional seseorang. Bahkan, untuk menjaga kestabilan mental jangka panjang, angka yang sering disebut ideal adalah hingga delapan pelukan per hari.
Secara ilmiah, manfaat ini terjadi karena saat seseorang berpelukan, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin, yaitu hormon yang berperan dalam menciptakan rasa nyaman, aman, dan kedekatan emosional.
Di saat yang sama, kadar hormon kortisol atau hormon stres akan menurun. Kombinasi ini membuat tubuh menjadi lebih rileks dan pikiran terasa lebih tenang.
Pelukan juga tidak harus selalu dari pasangan. Keluarga, sahabat, bahkan sekadar interaksi hangat dengan orang terdekat juga bisa memberikan efek yang sama terhadap kesehatan mental.
Para ahli menyebut, sentuhan fisik yang hangat seperti pelukan merupakan salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling kuat dalam membangun rasa aman secara emosional.
Fenomena ini pun ramai diperbincangkan di media sosial setelah banyak warganet mengaku merasa lebih tenang hanya dengan mendapatkan pelukan dari orang terdekat di saat stres.
Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa pelukan bukanlah pengganti terapi medis, tetapi bisa menjadi dukungan sederhana yang membantu menjaga keseimbangan emosi sehari-hari.
Kini, pelukan bukan lagi sekadar ekspresi kasih sayang, tapi juga dianggap sebagai “terapi sederhana” yang bisa dilakukan siapa saja, kapan saja.
(Anton)




















































