SUARAINDONEWS.COM, Serang — Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Rizki Aulia Rahman Natakusumah menegaskan pentingnya kolaborasi antara DPR RI dan media massa dalam mengawal aspirasi rakyat secara konstruktif, kritis, dan berimbang.
Hal itu disampaikan Rizki saat membuka Forum Komunikasi dan Sosialisasi Kinerja DPR RI bertema “Kolaborasi DPR RI dan Media dalam Mengawal Aspirasi Rakyat secara Konstruktif dan Berimbang” di Serang, Rabu (6/5/2026).
Menurut Rizki, forum tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi antara parlemen dan insan pers, tetapi juga menjadi momentum evaluasi bersama terhadap kinerja media dan DPR RI dalam beberapa tahun terakhir.
“Ini penting sebagai ruang untuk melihat progres kinerja wartawan dan parlemen. Apa yang sudah baik perlu dilanjutkan, dan yang masih kurang harus diperbaiki bersama,” kata Rizki.
Legislator Fraksi Partai Demokrat itu juga memberikan apresiasi kepada wartawan parlemen yang dinilainya semakin profesional, kritis, dan memiliki semangat tinggi dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia menilai kualitas insan pers memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan aspirasi publik serta kebijakan parlemen kepada masyarakat secara utuh dan objektif.
“Saya melihat wartawan parlemen saat ini sangat cerdas dan memiliki semangat luar biasa. Hal seperti ini harus terus dijaga dan diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI, Muhammad Najib Ibrahim menekankan bahwa media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara lembaga legislatif dengan masyarakat luas.
Menurut Najib, pemberitaan yang cepat, akurat, dan berimbang sangat diperlukan agar publik dapat memahami berbagai program dan fungsi DPR RI secara objektif.
Dalam kesempatan itu, DPR RI juga mengungkapkan tengah menyiapkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan pemberitaan parlemen, mulai dari hotline pengaduan terintegrasi hingga pembangunan newsroom terpadu.
Forum komunikasi tersebut dihadiri unsur DPR RI, wartawan parlemen, serta insan pers dari berbagai daerah di Banten sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara parlemen dan media massa.
(Anton)




















































