SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Demam Piala Dunia 2026 dipastikan bakal terasa sampai ke pelosok daerah. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi menerbitkan surat edaran yang mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk memfasilitasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
Lewat surat edaran yang diterbitkan pada 14 Juni 2026, pemerintah daerah didorong menyediakan lokasi nobar di ruang publik seperti alun-alun, lapangan, taman kota, hingga fasilitas umum lainnya.
Bukan sekadar ajang teriak “goool”, kegiatan nobar ini juga diharapkan bisa menjadi mesin penggerak ekonomi lokal. UMKM, pedagang kaki lima, hingga komunitas masyarakat diajak ikut meramaikan suasana selama pesta sepak bola terbesar di dunia berlangsung.
Dengan kata lain, Piala Dunia bukan cuma soal siapa yang juara, tapi juga peluang bagi pedagang es teh, penjual gorengan, hingga pelaku usaha kecil untuk kebagian berkah penonton.
Pemda juga diminta berkoordinasi dengan aparat keamanan dan pihak terkait agar kegiatan nobar berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Kebijakan ini langsung menarik perhatian publik. Banyak netizen menyebut jika rencana ini terlaksana secara masif, hampir setiap daerah bisa punya “stadion dadakan” sendiri selama Piala Dunia berlangsung.
Bayangkan saja, ribuan warga berkumpul di alun-alun, layar raksasa menyala, pedagang ramai berjualan, dan sorak-sorai pecinta sepak bola menggema saat gol tercipta.
Kalau biasanya Piala Dunia hanya ramai di kafe atau rumah, tahun ini suasananya berpotensi berubah menjadi pesta rakyat skala nasional.
Siap-siap, Piala Dunia 2026 bukan cuma milik penggemar bola, tapi juga panggung bagi UMKM dan ruang publik di seluruh Indonesia.
(Anton)























