SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Salah satu ajang lari paling bergengsi di dunia, TCS London Marathon, resmi mengumumkan perubahan terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Untuk pertama kalinya sejak digelar pada 1981, London Marathon akan berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu-Minggu, 24–25 April 2027.
Keputusan tersebut langsung menjadi perbincangan di kalangan pelari dunia. Sebagian menyambutnya sebagai langkah revolusioner yang membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat. Namun, tidak sedikit yang mempertanyakan apakah perubahan ini akan mengurangi prestise salah satu ajang marathon paling ikonik di dunia.
Penyelenggara menargetkan sekitar 100.000 pelari dapat mengikuti lomba selama dua hari, hampir dua kali lipat dibanding kapasitas sebelumnya. Dengan format baru ini, London Marathon diproyeksikan menjadi salah satu ajang marathon dengan jumlah peserta terbesar yang pernah digelar.
Antusiasme Membludak, 1,33 Juta Orang Berebut Nomor Peserta
Perubahan format bukan tanpa alasan. Minat masyarakat untuk mengikuti London Marathon terus melonjak dari tahun ke tahun.
Untuk edisi 2027 saja, penyelenggara mencatat sekitar 1,33 juta orang mendaftar melalui sistem ballot atau undian. Jumlah tersebut menjadi rekor baru dalam sejarah London Marathon dan menunjukkan bahwa permintaan jauh melampaui kapasitas yang tersedia.
Melalui format dua hari, penyelenggara berharap lebih banyak pelari memiliki kesempatan merasakan pengalaman berlari melewati ikon-ikon Kota London seperti Greenwich, Tower Bridge, Canary Wharf hingga garis finis di The Mall.
Elite Putra dan Putri Dipisah
Tak hanya peserta umum, kategori elite juga akan mengalami perubahan.
Rencananya, lomba elite putri dan atlet kursi roda putri akan digelar pada hari Sabtu, sedangkan elite putra dan atlet kursi roda putra dijadwalkan berlomba pada hari Minggu. Langkah ini diharapkan memberikan sorotan yang lebih besar kepada masing-masing kategori.
Potensi Dana Amal Tembus Rp3 Triliun
London Marathon memang dikenal sebagai marathon penggalangan dana amal terbesar di dunia.
Dengan bertambahnya jumlah peserta, penyelenggara memperkirakan ajang edisi 2027 mampu mengumpulkan lebih dari £150 juta untuk kegiatan amal serta memberikan dampak ekonomi sekitar £400 juta bagi Inggris melalui sektor pariwisata, transportasi, perhotelan, hingga usaha lokal.
Terobosan Berani atau Mengurangi Nilai Tradisi?
Di balik optimisme tersebut, perubahan ini memunculkan perdebatan di kalangan komunitas lari.
Sebagian pelari menilai format dua hari adalah solusi cerdas untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan nomor peserta.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa salah satu daya tarik London Marathon justru terletak pada atmosfer ketika puluhan ribu pelari berlari bersama dalam satu hari. Mereka khawatir pembagian lomba menjadi dua hari akan mengubah karakter dan tradisi yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Meski begitu, penyelenggara menegaskan bahwa format dua hari ini merupakan penyelenggaraan khusus untuk edisi 2027 sebagai upaya menjawab tingginya permintaan sekaligus memperluas dampak sosial dan ekonomi dari London Marathon.
Bagaimana Pendapat Anda?
Apakah keputusan London Marathon menggelar lomba selama dua hari merupakan langkah tepat yang patut dicontoh oleh ajang marathon dunia lainnya?
Atau justru Anda menilai marathon seharusnya tetap dipertahankan dalam format satu hari demi menjaga tradisi dan gengsinya?
Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.
(Anton)
























