SUARAINDONEWS.COM, Berlin – Jerman tengah menghadapi fenomena yang mengundang perhatian. Negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Eropa itu justru mulai ditinggalkan oleh warganya sendiri.
Data terbaru dari Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) menunjukkan lebih dari 288.000 warga Jerman pindah ke luar negeri dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Yang paling mengejutkan, sebagian besar merupakan pekerja profesional dengan keterampilan tinggi dan banyak di antaranya mengaku tidak berencana kembali dalam waktu dekat.
Laporan yang dikutip dari Euronews, Selasa (21/7/2026), menyebut tren tersebut sudah terlihat sejak 2020 dan terus menguat. Bahkan, pencarian lowongan kerja di luar negeri meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
“Rencana untuk pindah ke luar negeri sangat umum di kalangan mereka yang berpenghasilan tinggi,” tulis laporan tersebut.
Survei menunjukkan lebih dari separuh responden yang memiliki pendapatan rumah tangga bersih minimal 6.000 euro per bulan atau sekitar Rp114,6 juta mengaku telah melamar pekerjaan di luar negeri atau aktif menjajaki peluang kerja internasional dalam 12 bulan terakhir.
Tak hanya itu, sekitar dua dari tiga responden mengatakan mereka mempertimbangkan bekerja di luar Jerman, sementara hampir 30 persen telah mengirimkan lamaran kerja.
Yang lebih mengejutkan, 77 persen dari mereka yang ingin pindah mengaku berencana tinggal di luar negeri selama beberapa tahun, bahkan secara permanen.
Menurut perusahaan pencari kerja Indeed, tujuan para pekerja Jerman didominasi profesi kantoran seperti pemasaran, disusul sektor teknologi, logistik, dan perhotelan yang juga banyak diburu.
Gaji Lebih Besar, Hidup Lebih Nyaman
Survei mengungkap alasan utama di balik keinginan hengkang dari Jerman bukan semata-mata karena karier.
Sebanyak 51 persen responden mengaku tergiur peluang memperoleh penghasilan lebih tinggi dan kualitas hidup yang lebih baik di negara lain.
Sementara 42 persen berharap mendapatkan iklim yang lebih nyaman serta beban pajak dan iuran sosial yang lebih rendah dibandingkan di Jerman.
Menariknya, hanya 24 persen responden yang menyebut peluang promosi jabatan sebagai alasan utama pindah ke luar negeri.
Ekonom pasar tenaga kerja Indeed, Virginia Sondergeld, menilai mobilitas internasional sebenarnya dapat membawa manfaat bagi dunia kerja.
“Mobilitas internasional pada prinsipnya positif karena pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di luar negeri dapat mendorong inovasi serta membuka peluang bisnis baru,” ujar Virginia Sondergeld.
Namun, ia mengingatkan pemerintah Jerman agar tidak mengabaikan sinyal yang muncul dari hasil survei tersebut.
“Jika dua pertiga karyawan mempertimbangkan untuk pindah, itu juga harus dipahami sebagai tanda ketidakpuasan terhadap kondisi di Jerman sebagai tempat tinggal dan bekerja,” tegasnya.
Pajak Tinggi Jadi Sorotan
Salah satu faktor yang paling banyak dikeluhkan adalah tingginya beban pajak dan iuran sosial.
Survei menunjukkan 70 persen responden menilai pajak di Jerman terlalu tinggi dibandingkan pendapatan yang mereka terima.
Dalam praktiknya, dari setiap 100 euro biaya tenaga kerja yang dikeluarkan perusahaan untuk seorang pekerja lajang, pekerja hanya membawa pulang sekitar 50,70 euro sebagai pendapatan bersih. Sisanya habis untuk pajak penghasilan dan iuran jaminan sosial yang dibayarkan oleh pekerja maupun pemberi kerja.
Amerika Masih Jadi Primadona
Meski jumlah peminatnya menurun dibanding tahun sebelumnya, Amerika Serikat masih menjadi tujuan paling populer bagi warga Jerman yang ingin bekerja di luar negeri dengan persentase 14,4 persen.
Di posisi berikutnya terdapat Inggris dan Swiss, masing-masing dipilih oleh 13,6 persen responden. Sementara Australia menempati posisi ketiga dengan 10 persen.
Fenomena ini menjadi tantangan baru bagi Jerman. Ketika negara-negara lain berlomba menarik tenaga kerja berkualitas, ekonomi terbesar di Eropa itu justru menghadapi risiko kehilangan sumber daya manusia terbaiknya akibat kombinasi tingginya pajak, biaya hidup, dan meningkatnya ketidakpuasan terhadap kondisi domestik.
(Anton)

























