SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Perputaran uang dari judi bola (judol) sudah diproyeksikan mencetak rekor terbesar sepanjang sejarah.
Perusahaan jasa keuangan Macquarie memperkirakan nilai taruhan global selama Piala Dunia 2026 akan mencapai US$50 miliar atau sekitar Rp885 triliun. Angka tersebut melonjak hampir 43 persen dibanding estimasi Piala Dunia 2022 yang mencapai US$35 miliar.
Dalam laporan yang dikutip BBC pada 11 Juni 2026, analis Macquarie Chad Benyon menyebut setiap pertandingan Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menyedot taruhan hingga US$500 juta.
Lonjakan fantastis itu dipicu oleh format baru Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara, naik dari sebelumnya 32 peserta. Dampaknya, jumlah pertandingan melonjak dari 64 menjadi 104 laga, membuka lebih banyak peluang bagi industri taruhan olahraga meraup keuntungan.
Tak hanya itu, penyelenggaraan bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dinilai menghadirkan zona waktu yang lebih menguntungkan sehingga mampu menarik lebih banyak penonton dari berbagai belahan dunia, terutama Eropa, Amerika Latin, dan Afrika.
Namun di balik potensi bisnis bernilai ratusan triliun rupiah itu, muncul peringatan serius mengenai dampak sosial yang mengintai.
Direktur organisasi Stop Predatory Gambling, Les Bernal, mengingatkan bahwa euforia Piala Dunia bisa menjadi pintu masuk bagi semakin banyak orang, khususnya pria muda, terjerat utang akibat judi olahraga.
Menurut Bernal, dalam jangka panjang hampir seluruh petaruh justru mengalami kerugian.
«”99 dari 100 petaruh olahraga akan kehilangan uang dalam jangka panjang.”»
Ia juga menilai model bisnis industri perjudian bergantung pada orang-orang yang akhirnya mengalami kecanduan.
Bernal bahkan mengingatkan bahwa kecanduan judi bukan sekadar persoalan kehilangan uang, tetapi dapat memicu kerusakan kehidupan, masalah keluarga, gangguan kesehatan mental, hingga meningkatkan risiko bunuh diri.
Dengan nilai taruhan yang diproyeksikan mencapai Rp885 triliun, Piala Dunia 2026 diperkirakan tidak hanya menjadi pesta sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga menjadi ujian besar bagi banyak negara dalam menghadapi ancaman semakin masifnya praktik judi online di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga paling populer di planet ini.Jika ingin lebih viral ala media sosial atau portal berita yang bombastis, saya juga bisa membuat versi dengan gaya **”Gol Belum Dicetak, Duit Sudah Melayang! Judol Piala Dunia 2026 Diprediksi Putar Rp885 Triliun”
(Anton)
























