Antusiasme luar biasa itu menjadi sinyal bahwa padel mulai keluar dari stigma sebagai olahraga kalangan atas. Andre pun optimistis, dalam beberapa tahun ke depan padel akan menjadi olahraga rakyat yang bisa dimainkan siapa saja.
“Kalau dulu lapangan padel sedikit dan sewanya mahal. Sekarang lapangannya sudah menjamur, harga sewanya juga semakin terjangkau. Itu yang membuat padel semakin diminati masyarakat,” kata Andre saat membuka turnamen di Crown Padel Alam Sutera, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Andre, padel kini bukan sekadar olahraga, tetapi sudah menjadi ajang berkumpul keluarga. Mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek bisa bermain bersama saat akhir pekan.
“Bahkan sekarang sudah jadi olahraga keluarga. Semua umur bisa bermain bersama,” ujarnya.
Yang membuat turnamen ini semakin menarik, seluruh peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Mereka bahkan mendapat berbagai fasilitas gratis, mulai dari sarapan, makan siang, pemeriksaan kesehatan (MCU), hingga kesempatan memperoleh voucher umrah.
Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah. Juara pertama membawa pulang Rp10 juta, juara kedua Rp7,5 juta, dan juara ketiga Rp5 juta.
Andre mengatakan, tujuan turnamen ini bukan sekadar mencari juara, melainkan membantu Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menemukan bibit-bibit atlet berbakat yang diproyeksikan tampil di ajang internasional.
Karena itu, pada Agustus 2026 nanti akan digelar turnamen khusus junior dengan kategori usia U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, hingga U-18. Hasil kompetisi tersebut akan menjadi bagian dari proses seleksi atlet muda menuju kejuaraan tingkat Asia Pasifik.
“Harapannya, dari turnamen ini lahir atlet-atlet masa depan Indonesia yang bisa bersaing di level internasional,” ujar Andre.
Series-2 kali ini mempertandingkan kategori Upper Beginner, Beginner, Bronze, Lower Bronze, dan U-12. Penambahan kategori tersebut membuat jumlah peserta melonjak tajam dibanding seri pertama.
Meski pertandingan hanya dijadwalkan sehari, tingginya antusiasme membuat laga berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB.
Melihat perkembangan tersebut, Andre yakin padel akan terus berkembang pesat di Indonesia. Ia bahkan menargetkan dalam satu hingga dua tahun ke depan lapangan padel sudah hadir di berbagai daerah sehingga olahraga ini benar-benar menjadi milik seluruh masyarakat, bukan lagi identik dengan olahraga kaum elite.
(Anton)
























