SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Tesla kembali membuat publik penasaran. Kali ini bukan soal mobil listrik superkencang atau Cybertruck, melainkan kabar bahwa perusahaan milik Elon Musk sedang mengembangkan kendaraan otonom khusus bagi pengguna kursi roda.
Kabar itu disampaikan langsung oleh Senior Policy Advisor Tesla, India Herdman, saat menghadiri sidang Dewan Kota Washington DC yang membahas aturan operasional layanan robotaxi di ibu kota Amerika Serikat.
Di hadapan para anggota dewan, Herdman mengatakan Tesla saat ini tengah membangun kendaraan otonom yang sejak awal dirancang agar dapat digunakan oleh penyandang disabilitas pengguna kursi roda.
“Kami sedang mengembangkan kendaraan otonom yang memang dibuat khusus agar dapat diakses pengguna kursi roda. Kami memahami layanan paratransit masih sering menyulitkan, padahal mereka juga berhak bergerak dengan bebas. Produk ini sedang dibangun di Texas,” ujar Herdman.
Pernyataan itu langsung mengundang perhatian. Pasalnya, Tesla sama sekali tidak mengungkap bentuk kendaraannya, spesifikasi, maupun kapan kendaraan tersebut akan diluncurkan.
Bahkan, Tesla juga belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.
Robotaxi Tesla Sekarang Belum Bisa Angkut Kursi Roda
Saat ini Tesla memang sudah mengoperasikan layanan robotaxi tanpa pengemudi di beberapa kota di Amerika Serikat seperti Austin, Dallas, Houston, hingga Miami.
Namun seluruh armada tersebut masih menggunakan Tesla Model Y.
Masalahnya, Model Y bukan kendaraan yang dirancang untuk membawa penumpang yang tetap berada di kursi roda.
Artinya, pengguna tetap harus berpindah dari kursi roda ke jok kendaraan, sehingga belum bisa disebut benar-benar ramah disabilitas.
Cybercab Masih Belum Menjawab Kebutuhan
Tesla sebenarnya juga sedang memproduksi Cybercab, robotaxi futuristis dua penumpang tanpa setir dan pedal.
Perusahaan sempat mempromosikan beberapa fitur aksesibilitas, seperti tulisan braille pada tombol serta posisi jok yang lebih rendah agar penumpang lebih mudah berpindah dari kursi roda.
Namun banyak pihak menilai fitur tersebut belum cukup.
Sebab pengguna kursi roda tetap harus keluar dari kursinya untuk masuk ke dalam kendaraan.
Bagi banyak penyandang disabilitas, itu jelas bukan solusi mobilitas yang benar-benar inklusif.
Jangan-jangan Ini Robovan?
Di sinilah muncul dugaan menarik.
Banyak pengamat menilai kendaraan yang dimaksud Herdman kemungkinan besar bukan model baru, melainkan Robovan, kendaraan otonom berukuran besar yang diperkenalkan Tesla dalam acara “We, Robot” pada Oktober 2024.
Robovan memiliki lantai datar, bodi besar, dan mampu mengangkut hingga 20 penumpang atau membawa berbagai jenis kargo.
Dengan desain seperti itu, kendaraan ini jauh lebih mudah dipasangi jalur landai (ramp), pengunci kursi roda, maupun ruang khusus bagi penyandang disabilitas.
Singkatnya, kalau harus memilih kendaraan Tesla yang paling cocok dijadikan robotaxi ramah kursi roda, Robovan berada di posisi teratas.
Masalahnya, sejak diperkenalkan hampir dua tahun lalu, Tesla belum pernah mengumumkan harga, jadwal produksi massal, maupun tanggal peluncurannya.
Bahkan, muncul informasi bahwa nama Robovan kemungkinan akan berubah menjadi “Robobus”, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi.
Janji Dulu, Mobilnya Menyusul?
Pernyataan Tesla kepada anggota Dewan Kota Washington DC juga memunculkan tanda tanya.
Bagi sebagian pengamat, ucapan bahwa kendaraan tersebut “sedang dibangun di Texas” memang terdengar meyakinkan.
Namun tanpa foto, spesifikasi, prototipe, ataupun jadwal peluncuran, publik masih harus menunggu bukti nyata.
Apalagi Tesla dikenal sebagai perusahaan yang kerap memperkenalkan proyek ambisius jauh sebelum benar-benar hadir di jalan raya.
Karena itu, banyak yang menilai klaim tersebut saat ini masih sebatas janji pengembangan, bukan peluncuran produk.
Meski begitu, jika benar Tesla menghadirkan robotaxi yang benar-benar bisa dinaiki langsung oleh pengguna kursi roda tanpa harus berpindah tempat duduk, langkah itu bisa menjadi salah satu inovasi paling penting dalam layanan transportasi otonom.
Kini pertanyaannya tinggal satu: Tesla benar-benar sedang membuat kendaraan baru, atau sebenarnya Robovan hanya sedang berganti “seragam” sebelum resmi diperkenalkan ke publik?
(Anton)

























