SUARAINIDONEWS.COM, Jakarta – Piala Dunia 2026 dipastikan bakal menghadirkan warna yang berbeda. Bukan cuma karena jumlah peserta bertambah menjadi 48 tim, tetapi juga karena untuk pertama kalinya dalam sejarah, rekor negara mayoritas Muslim yang lolos ke putaran final mencapai angka tertinggi. Sejumlah laporan internasional mencatat setidaknya 13 negara mayoritas Muslim berhasil mengamankan tiket ke turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Yang paling mencuri perhatian adalah keberhasilan Yordania dan Uzbekistan. Dua negara ini akhirnya berhasil mewujudkan mimpi yang selama puluhan tahun hanya menjadi angan-angan, yakni tampil untuk pertama kalinya di Piala Dunia. Uzbekistan bahkan mencatat sejarah sebagai negara Asia Tengah pertama yang berhasil menembus putaran final Piala Dunia.
Cerita tak kalah emosional datang dari Irak. Setelah penantian panjang selama 40 tahun sejak tampil di Piala Dunia 1986, tim berjuluk Lions of Mesopotamia akhirnya kembali ke panggung terbesar sepak bola dunia. Kembalinya Irak menjadi salah satu kisah paling menyentuh dalam kualifikasi kali ini.
Fenomena ini menunjukkan bahwa peta kekuatan sepak bola dunia mulai berubah. Negara-negara yang dulu hanya menjadi pelengkap kini mulai tampil sebagai kekuatan baru. Investasi besar di akademi sepak bola, pembangunan fasilitas olahraga, hingga pembinaan usia muda mulai membuahkan hasil nyata.
Tak heran jika banyak penggemar sepak bola menyebut Piala Dunia 2026 sebagai edisi paling “Muslim friendly” sepanjang sejarah. Dari Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Asia Tengah, semakin banyak negara yang siap menunjukkan bahwa mereka bukan lagi sekadar peserta, tetapi juga penantang serius di turnamen terbesar dunia.
Kini pertanyaannya bukan lagi berapa banyak negara Muslim yang lolos. Pertanyaannya adalah: apakah salah satu dari mereka mampu membuat kejutan besar dan melangkah jauh seperti yang dilakukan Maroko di Piala Dunia 2022? Dunia sepak bola akan segera mendapatkan jawabannya.
(Anton)























