Sabtu, 22 Agustus 2026
SUARAINDONEWS
  • HOME
  • BIROKRASI
    • SELANJUTNYA
      • SELANJUTNYA
        • SELANJUTNYA
          • SELANJUTNYA
            • KEMEN PPPA RI
            • KEMENSETNEG RI
            • KEMENKO KESRA RI
            • KEMENKO EKON RI
            • KEMENRISTEK RI
            • KEMEN KP RI
            • KEMENSOS RI
            • KEMEN BUMN RI
            • KEMEN PU RI
          • KEMENHUB RI
          • KEMENTAN RI
          • KEMENPERIN RI
          • KEMEN LH RI
          • KEMEN PANRB RI
          • KEMENPERA RI
          • KEMEN KUKM RI
          • KEMENAKER RI
          • KEMEN PPN RI
          • KEMEN PDT RI
        • KPI RI
        • KPK RI
        • KPU RI
        • KY RI
        • KEMEN KP RI
        • KEMENRISTEK RI
        • KEMENKES RI
        • KEMENKEU RI
        • KEMENKOMINFO RI
        • KEMENDIKBUD RI
      • MA RI
      • MK RI
      • BPK RI
      • KEMENDAGRI RI
      • KEMENKUMHAM RI
      • KEMENLU RI
      • KEMENAG RI
      • KEMEN ESDM RI
      • KEMENHUT RI
      • TNI-POLRI
    • PRESIDEN RI
    • WAKIL PRESIDEN RI
    • DPR RI
    • MPR RI
    • DPD RI
    • KEMENDAG RI
    • KEMHAN RI
    • KEMENPORA RI
    • KEMENKO POLHUKAM RI
    • KEMENKO PMK RI
    • KEMENPAREKRAF RI
    • BNPB RI
  • NEWS
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • DAERAH
    • POLITIK
    • BMKG
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

    Audi Indonesia Bangun Rasa Penasaran Jelang GIIAS 2026, SUV Premium Terbaru Siap Meluncur 5 Agustus

    Audi Indonesia Bangun Rasa Penasaran Jelang GIIAS 2026, SUV Premium Terbaru Siap Meluncur 5 Agustus

    Tak Cuma Pamer Mobil, Lebih dari 150 Merek Industri Pendukung Hadir Lengkapi Ekosistem Otomotif

    Tak Cuma Pamer Mobil, Lebih dari 150 Merek Industri Pendukung Hadir Lengkapi Ekosistem Otomotif

    Partisipasi Astra Honda Motor (AHM) di GIIAS 2026

    Partisipasi Astra Honda Motor (AHM) di GIIAS 2026

  • OLAHRAGA
    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

    Timnas Indonesia Awali ASEAN Championship 2026 dengan Kemenangan 5-1 atas Kamboja

    Timnas Indonesia Awali ASEAN Championship 2026 dengan Kemenangan 5-1 atas Kamboja

    Fantastis! Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Bawa Pulang Hampir Rp1 Triliun dari FIFA

    Fantastis! Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Bawa Pulang Hampir Rp1 Triliun dari FIFA

    FIFA Jual Rumput Asli Final Piala Dunia Rp7 Juta, Sekarang Rumput Jadi Barang Mewah

    FIFA Jual Rumput Asli Final Piala Dunia Rp7 Juta, Sekarang Rumput Jadi Barang Mewah

    London Marathon 2027 Resmi Digelar Dua Hari, Targetkan 100.000 Pelari setelah 1,33 Juta Orang Daftar Ballot

    London Marathon 2027 Resmi Digelar Dua Hari, Targetkan 100.000 Pelari setelah 1,33 Juta Orang Daftar Ballot

  • LENSA UTAMA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • LIFESTYLE
    • TENTANG ARTIS
    • TENTANG KONSER
    • TENTANG TRAVELING
    • TENTANG FILM
    • TENTANG KULINER
    • TENTANG SEHAT
    • TENTANG CORD
    • TENTANG EVENT
  • RAGAM
    • OPINI
    • VIRAL
  • NETWORK
    • ADVERTORIAL
    • SIN CHANNEL
    • DEPOK TIME
    • SUARA BEKASI NEWS
No Result
View All Result
  • HOME
  • BIROKRASI
    • SELANJUTNYA
      • SELANJUTNYA
        • SELANJUTNYA
          • SELANJUTNYA
            • KEMEN PPPA RI
            • KEMENSETNEG RI
            • KEMENKO KESRA RI
            • KEMENKO EKON RI
            • KEMENRISTEK RI
            • KEMEN KP RI
            • KEMENSOS RI
            • KEMEN BUMN RI
            • KEMEN PU RI
          • KEMENHUB RI
          • KEMENTAN RI
          • KEMENPERIN RI
          • KEMEN LH RI
          • KEMEN PANRB RI
          • KEMENPERA RI
          • KEMEN KUKM RI
          • KEMENAKER RI
          • KEMEN PPN RI
          • KEMEN PDT RI
        • KPI RI
        • KPK RI
        • KPU RI
        • KY RI
        • KEMEN KP RI
        • KEMENRISTEK RI
        • KEMENKES RI
        • KEMENKEU RI
        • KEMENKOMINFO RI
        • KEMENDIKBUD RI
      • MA RI
      • MK RI
      • BPK RI
      • KEMENDAGRI RI
      • KEMENKUMHAM RI
      • KEMENLU RI
      • KEMENAG RI
      • KEMEN ESDM RI
      • KEMENHUT RI
      • TNI-POLRI
    • PRESIDEN RI
    • WAKIL PRESIDEN RI
    • DPR RI
    • MPR RI
    • DPD RI
    • KEMENDAG RI
    • KEMHAN RI
    • KEMENPORA RI
    • KEMENKO POLHUKAM RI
    • KEMENKO PMK RI
    • KEMENPAREKRAF RI
    • BNPB RI
  • NEWS
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • DAERAH
    • POLITIK
    • BMKG
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Ahmad Sahroni: Merdeka Ride 2026 Bukan Sekadar Konvoi, HDCI Lindungi 5.000 Ojol dengan BPJS Ketenagakerjaan Selama 3 Tahun

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp874 Juta dan Tenaga 338 HP

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

    Cuma Rp2 Miliar, Volvo EX90 Jadi Mobil Baru Asal Swedia yang Menggoda di GIIAS

    Audi Indonesia Bangun Rasa Penasaran Jelang GIIAS 2026, SUV Premium Terbaru Siap Meluncur 5 Agustus

    Audi Indonesia Bangun Rasa Penasaran Jelang GIIAS 2026, SUV Premium Terbaru Siap Meluncur 5 Agustus

    Tak Cuma Pamer Mobil, Lebih dari 150 Merek Industri Pendukung Hadir Lengkapi Ekosistem Otomotif

    Tak Cuma Pamer Mobil, Lebih dari 150 Merek Industri Pendukung Hadir Lengkapi Ekosistem Otomotif

    Partisipasi Astra Honda Motor (AHM) di GIIAS 2026

    Partisipasi Astra Honda Motor (AHM) di GIIAS 2026

  • OLAHRAGA
    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Timnas Soft Tennis Indonesia Matangkan Performa Menuju Asian Games Nagoya 2026

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    Luis Figo Desak Gianni Infantino Mundur dari Kursi Presiden FIFA

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    1.105 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga Aston Villa di SUGBK

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Erick Thohir Ingin Pramusim Indonesia Jadi Panggung Duel Klub Elite Eropa Lawan Tim Terbaik Tanah Air

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

    Demam Piala Dunia Dimanfaatkan! 220 Ribu Jersey Palsu Disita, Nilainya Tembus Rp408 Miliar

    Timnas Indonesia Awali ASEAN Championship 2026 dengan Kemenangan 5-1 atas Kamboja

    Timnas Indonesia Awali ASEAN Championship 2026 dengan Kemenangan 5-1 atas Kamboja

    Fantastis! Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Bawa Pulang Hampir Rp1 Triliun dari FIFA

    Fantastis! Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Bawa Pulang Hampir Rp1 Triliun dari FIFA

    FIFA Jual Rumput Asli Final Piala Dunia Rp7 Juta, Sekarang Rumput Jadi Barang Mewah

    FIFA Jual Rumput Asli Final Piala Dunia Rp7 Juta, Sekarang Rumput Jadi Barang Mewah

    London Marathon 2027 Resmi Digelar Dua Hari, Targetkan 100.000 Pelari setelah 1,33 Juta Orang Daftar Ballot

    London Marathon 2027 Resmi Digelar Dua Hari, Targetkan 100.000 Pelari setelah 1,33 Juta Orang Daftar Ballot

  • LENSA UTAMA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • LIFESTYLE
    • TENTANG ARTIS
    • TENTANG KONSER
    • TENTANG TRAVELING
    • TENTANG FILM
    • TENTANG KULINER
    • TENTANG SEHAT
    • TENTANG CORD
    • TENTANG EVENT
  • RAGAM
    • OPINI
    • VIRAL
  • NETWORK
    • ADVERTORIAL
    • SIN CHANNEL
    • DEPOK TIME
    • SUARA BEKASI NEWS
No Result
View All Result
SUARAINDONEWS
No Result
View All Result
  • HOME
  • BIROKRASI
  • NEWS
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • LENSA UTAMA
  • LIFESTYLE
  • RAGAM
  • NETWORK
Home OPINI

Menengok Sejarah Terbentuknya Negara dan Desain Sistem Ketatanegaraan yang Dipakai, serta Pembelajaran bagi Indonesia ke Depan

suaraindonews by suaraindonews
2 Februari 2025
in OPINI
0
Menengok Sejarah Terbentuknya Negara dan Desain Sistem Ketatanegaraan yang Dipakai, serta Pembelajaran bagi Indonesia ke Depan
Share on FacebookShare on Twitter

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Oleh: Agus Widjajanto

Untuk memahami sistem ketatanegaraan sebuah bangsa, kita harus mempelajari sejarah terbentuknya negara tersebut, termasuk Indonesia. Hal ini penting sebagai pembelajaran bagi generasi muda ke depan.

Sejarah Pembentukan Negara dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia

Sebagaimana tertulis dalam sejarah bangsa, BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dibentuk oleh para pendiri bangsa dengan ketua Dr. Radjiman Widyodiningrat. Pembentukan BPUPKI merupakan hasil dari arahan Panglima Militer Tertinggi Jepang di Asia Tenggara yang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia di kemudian hari.

BPUPKI kemudian bersidang untuk menentukan langkah konkret dalam perancangan sistem pemerintahan dan ketatanegaraan yang akan diterapkan setelah kemerdekaan. Pada 29 Mei 1945, sidang pertama membahas dasar negara yang diajukan oleh Moh. Yamin, dilanjutkan oleh Mr. Soepomo pada 31 Mei 1945, dan terakhir Bung Karno pada 1 Juni 1945, yang kemudian dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila.

Situasi geopolitik dunia saat itu berubah cepat. Pada 6 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima, disusul dengan bom kedua di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Meski demikian, Jepang belum menunjukkan tanda-tanda menyerah. Para pendiri bangsa menyadari bahwa kejatuhan Jepang tinggal menunggu waktu. Oleh karena itu, pada 7 Agustus 1945, dibentuklah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

Pada 9 Agustus 1945, Soekarno, Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Widyodiningrat diundang ke Dalat, Vietnam, oleh Marsekal Terauchi, pemimpin tertinggi Jepang di Asia Tenggara. Jepang meyakinkan bahwa mereka tetap akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dengan syarat rakyat Indonesia membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya melalui PETA (Pembela Tanah Air).

Setelah kembali dari Dalat, para pendiri bangsa segera membentuk Panitia Kecil yang terdiri dari 11 anggota untuk menyusun UUD Negara saat Indonesia merdeka. Dari panitia inilah lahir konsep dan desain ketatanegaraan Indonesia, termasuk urutan sila dalam Pancasila dan UUD 1945 sebagai hukum dasar negara.

BACA JUGA :  Gelar TIIWG G20 Pulihkan Ekonomi Global

Namun, dalam prosesnya, muncul perdebatan mengenai Piagam Jakarta, yang awalnya mencantumkan syariat Islam dalam sila pertama Pancasila. Perwakilan dari Indonesia Timur mengancam untuk keluar dan membentuk negara sendiri. Demi persatuan, Moh. Hatta mengambil keputusan cepat untuk mengubah sila pertama menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Pancasila dan UUD 1945 pun menjadi bagian yang tak terpisahkan—ibarat suami dan istri, saling melengkapi dalam desain sistem ketatanegaraan Indonesia.

Proklamasi dan Implementasi Sistem Ketatanegaraan

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, para pemuda mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Akhirnya, pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Sehari setelahnya, konsep dasar negara dan UUD yang telah dipersiapkan oleh PPKI disahkan, menandai terbentuknya pemerintahan Republik Indonesia.

Namun, sangat disayangkan bahwa para elit politik saat ini tampaknya tidak lagi menghargai sejarah pembentukan sistem ketatanegaraan. Pada era Reformasi, UUD 1945 telah diamandemen sebanyak empat kali, yang mengubah sistem ketatanegaraan secara drastis.

Sebelum amandemen, Indonesia menerapkan sistem perwakilan dengan musyawarah untuk mufakat melalui Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), yang dianggap sebagai manifestasi suara rakyat. Namun, sistem ini kemudian digantikan dengan pemilihan langsung dalam pemilihan umum. Presiden kini dipilih langsung oleh rakyat melalui mekanisme pemilu, yang diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus presidential threshold 20 persen juga menambah kompleksitas politik. Dengan sistem multi-partai lebih dari 20 partai, kini setiap partai dapat mengajukan calon presiden tanpa perlu koalisi.

Dalam era Reformasi, euforia demokrasi semakin besar, namun praktiknya tidak selalu berpihak kepada rakyat. Jabatan presiden dan wakil presiden bukan lagi mandataris MPR, tetapi mandataris rakyat secara langsung. Namun, setelah terpilih, suara rakyat sering kali diabaikan. Kebijakan yang diambil pemerintah tidak perlu dikonsultasikan dengan rakyat secara langsung, cukup dengan DPR—yang faktanya lebih bertanggung jawab kepada partai politik, bukan kepada rakyat.

BACA JUGA :  Resep Anti Negara Gagal

Sistem pemilihan langsung juga menciptakan politik transaksional, nepotisme, dan korupsi yang semakin masif dalam demokrasi era Reformasi. Demokrasi yang dulu diharapkan membawa perubahan dari sistem Orde Baru yang otoriter, justru mengarah pada degradasi moral dan sistem yang membuka ruang lebih besar untuk praktik korupsi dan nepotisme.

Pergeseran Sistem Ketatanegaraan dan Hilangnya Arah Bangsa

Penulis hingga kini masih belum memahami bagaimana UUD 1945—yang merupakan mahakarya para pendiri bangsa—bisa diubah hingga empat kali, yang akhirnya menimbulkan konflik politik berkepanjangan.

Konsep Negara Integralistik yang diajukan Mr. Soepomo, yang berakar dari struktur sosial masyarakat desa di Nusantara, kini telah ditinggalkan. Soepomo menolak individualisme ala Barat, yang menurutnya bertentangan dengan struktur masyarakat Indonesia yang lebih mengedepankan harmoni dan musyawarah mufakat.

Pada masa Orde Baru, sistem MPR sebagai lembaga tertinggi negara dengan kewenangan menetapkan GBHN (Garis Besar Haluan Negara) masih dijalankan. GBHN berfungsi sebagai kompas bangsa, menentukan arah pembangunan jangka pendek, menengah, dan panjang. Namun, setelah Reformasi, kewenangan MPR direduksi—MPR tidak lagi memilih presiden dan menetapkan GBHN. Akibatnya, pemerintah tidak lagi memiliki pedoman pembangunan yang jelas.

Refleksi dan Pembelajaran bagi Indonesia ke Depan

Saat ini, kedaulatan rakyat telah kehilangan wadahnya. MPR, yang dahulu merupakan lembaga penjelmaan rakyat, kini hanya menjadi pelengkap dalam sistem ketatanegaraan. Setelah amandemen, Pasal 1 Ayat 2 UUD 1945 yang semula berbunyi:

“Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”

diubah menjadi:

“Kedaulatan adalah di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar”.

Perubahan ini menciptakan bias interpretasi dan membuka ruang ketidakpastian hukum.

Oleh karena itu, kita harus introspeksi dan merefleksikan kembali sistem ketatanegaraan kita. Kita perlu mengembalikan kewenangan MPR sebagai lembaga yang benar-benar mewakili rakyat, agar bangsa ini memiliki stabilitas politik dan pembangunan ekonomi yang terarah.

BACA JUGA :  Betawi diantara Arab dan Cina: dari Melting Pot menjadi Cracking Pot

Penting bagi kita untuk melihat kembali sejarah dan memahami konsep ketatanegaraan yang dirancang oleh para pendiri bangsa. Jika kita terus membiarkan sistem ini berjalan tanpa arah, maka suara rakyat yang seharusnya menjadi mandat tertinggi akan semakin terpinggirkan.


Penulis adalah praktisi hukum, pemerhati sosial politik, dan budaya bangsa. Tinggal di Jakarta.

Dibaca : 11
Previous Post

Bongkar Kasus TPPO di Kepri, KemenP2MI Gagalkan Keberangkatan Ilegal CPMI ke Malaysia

Next Post

Pakar Hukum Nilai Kecurangan Sistematis Warnai Pilkada Banggai 2024

Related Posts

Pengecoran dan Metalurgi hingga Produksi Hilir: GIFA dan METEC Indonesia 2026 Menghubungkan Rantai Nilai Logam Indonesia
EKBIS

Pengecoran dan Metalurgi hingga Produksi Hilir: GIFA dan METEC Indonesia 2026 Menghubungkan Rantai Nilai Logam Indonesia

21 Agustus 2026
IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri
EKBIS

IEE Series 2026 Satukan Industri Energi dan Engineering Menuju Transformasi Industri

21 Agustus 2026
Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat
DAERAH

Kementerian PU Periksa Keandalan Bangunan Strategis Pascagempa di Manggarai Barat

21 Agustus 2026
BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia
LIFESTYLE

BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli “Romanza” di Indonesia

21 Agustus 2026
Johan Rosihan: Pemerintah Harus Evaluasi Satgas dan Bentuk Komando Tunggal Penanganan Karhutla
MPR RI

Johan Rosihan: Pemerintah Harus Evaluasi Satgas dan Bentuk Komando Tunggal Penanganan Karhutla

21 Agustus 2026
Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kobarkan Semangat Perjuangan Polri untuk Mewujudkan Kemajuan Bangsa
DAERAH

Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri 2026 di Surabaya, Kobarkan Semangat Perjuangan Polri untuk Mewujudkan Kemajuan Bangsa

21 Agustus 2026
Next Post
Pakar Hukum Nilai Kecurangan Sistematis Warnai Pilkada Banggai 2024

Pakar Hukum Nilai Kecurangan Sistematis Warnai Pilkada Banggai 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

  • Wamenlu Anis Matta: Dukung Bisnis GMA-PRO Berbasis Bahan Lokal, Lebih Tahan Goncangan Geopolitik Global

    Wamenlu Anis Matta: Dukung Bisnis GMA-PRO Berbasis Bahan Lokal, Lebih Tahan Goncangan Geopolitik Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lihat Dunia dari Sudut Pandang Terbaik — PT Ajarinmoto Cipta Visual Hadirkan Solusi Foto, Video, dan Drone dalam Satu Layanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hubungan Intim di Pagi Hari Bagi Pasangan Suami Istri Banyak Manfaatnya Loh!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gisel Akui Buat Video Porno Bersama MYD dalam Pengaruh Miras

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abidin Fikri: Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat, Bukan Sekadar Dirayakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0







  • INDEX
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • ABOUT US
  • KODE ETIK
  • VISI & MISI
  • JENJANG KARIR
  • RATE CARD 2026

© 2024 SUARAINDONEWS.COM - PT. DWIWARNA KREASI MEDIA

No Result
View All Result
  • HOME
  • BIROKRASI
    • SELANJUTNYA
      • SELANJUTNYA
      • MA RI
      • MK RI
      • BPK RI
      • KEMENDAGRI RI
      • KEMENKUMHAM RI
      • KEMENLU RI
      • KEMENAG RI
      • KEMEN ESDM RI
      • KEMENHUT RI
      • TNI-POLRI
    • PRESIDEN RI
    • WAKIL PRESIDEN RI
    • DPR RI
    • MPR RI
    • DPD RI
    • KEMENDAG RI
    • KEMHAN RI
    • KEMENPORA RI
    • KEMENKO POLHUKAM RI
    • KEMENKO PMK RI
    • KEMENPAREKRAF RI
    • BNPB RI
  • NEWS
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • DAERAH
    • POLITIK
    • BMKG
  • EKBIS
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • LENSA UTAMA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • LIFESTYLE
    • TENTANG ARTIS
    • TENTANG KONSER
    • TENTANG TRAVELING
    • TENTANG FILM
    • TENTANG KULINER
    • TENTANG SEHAT
    • TENTANG CORD
    • TENTANG EVENT
  • RAGAM
    • OPINI
    • VIRAL
  • NETWORK
    • ADVERTORIAL
    • SIN CHANNEL
    • DEPOK TIME
    • SUARA BEKASI NEWS

© 2024 SUARAINDONEWS.COM - PT. DWIWARNA KREASI MEDIA