SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Menanggapi berbagai informasi yang beredar di ruang publik, baik melalui media massa, platform digital, maupun media sosial, yang mengaitkan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay) serta menuduh adanya penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi beliau, kami menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi.
Bapak Hashim S. Djojohadikusumo maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay). Selain itu, Bapak Hashim S. Djojohadikusumo juga tidak memiliki keterlibatan, baik secara langsung maupun tidak langsung, sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat (beneficial owner), pengurus, maupun penasihat di perusahaan tersebut.
Dengan demikian, tuduhan yang menyatakan bahwa penggunaan anggaran negara dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 bertujuan untuk memperkaya atau menguntungkan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kami menghormati kebebasan pers serta hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan prinsip akurasi, verifikasi, dan itikad baik dalam penyampaian informasi kepada publik.
Kami juga mencermati bahwa dalam beberapa waktu terakhir beredar berbagai informasi yang tidak akurat, bersifat spekulatif, bahkan mengandung fitnah yang diarahkan kepada Bapak Hashim S. Djojohadikusumo. Penyebaran tuduhan tanpa dasar yang jelas dan tanpa dukungan bukti yang memadai tidak hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga berpotensi menyesatkan masyarakat serta mencederai kualitas ruang publik.
Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi. Verifikasi fakta dan penggunaan sumber yang kredibel merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, maupun informasi yang menyesatkan.
Pada akhirnya, kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ruang publik yang sehat hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak mengedepankan fakta, data yang dapat dipertanggungjawabkan, serta itikad baik dalam menyampaikan dan menyebarkan informasi. Kami berharap diskursus publik dibangun di atas fakta, bukan asumsi, spekulasi, ataupun penggiringan opini yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
(Anton)

























