SUARAINDONEWS. COM, Sumbawa Besar – Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, ST., MH., menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk membangun karakter dan kepedulian sosial generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat membersamai Delegasi Sekolah Pilar Muda dalam kegiatan pemotongan dan penyaluran hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah di Rumah Aspirasi Johan Rosihan, Sumbawa Besar.
Dalam kegiatan tersebut, para delegasi Sekolah Pilar Muda terlibat langsung mulai dari proses pemotongan hewan kurban, pengemasan daging, hingga distribusi kepada masyarakat di Kelurahan Seketeng dan Kelurahan Pekat, Kabupaten Sumbawa. Menurut Johan, keterlibatan langsung seperti ini merupakan bentuk pendidikan kepemimpinan yang paling efektif karena memberikan pengalaman nyata tentang pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.
“Idul Adha mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada generasi muda karena mereka adalah calon pemimpin masa depan bangsa. Kita ingin mereka tumbuh bukan hanya dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga memiliki empati dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Johan Rosihan.
Sebagai Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan menilai pembangunan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan investasi fisik dan ekonomi. Menurutnya, investasi terbesar yang harus dilakukan negara adalah investasi pada kualitas sumber daya manusia, khususnya karakter generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan semangat gotong royong.
Ia menjelaskan bahwa di tengah era digital yang serba cepat, generasi muda membutuhkan lebih banyak ruang pembelajaran yang menghadirkan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan sosial seperti penyaluran kurban menjadi media penting untuk membangun kepekaan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang berakar pada semangat persaudaraan dan solidaritas.
Johan berharap pengalaman yang diperoleh para delegasi Sekolah Pilar Muda melalui kegiatan kurban ini dapat menjadi bekal berharga dalam perjalanan kepemimpinan mereka ke depan. Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
“Kita ingin melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang dekat dengan rakyat, memahami kebutuhan masyarakat, serta mampu menjadikan nilai-nilai kepedulian dan pengabdian sebagai fondasi kepemimpinannya. Semangat kurban harus menjadi semangat berbagi, melayani, dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” tutup Johan Rosihan.
(Anton)



















































