SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pemerintah mulai mematangkan langkah besar untuk mengubah Bali menjadi pusat keuangan internasional. Melalui Danantara Indonesia, berbagai persiapan dilakukan agar Pulau Dewata tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga berkembang menjadi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang mampu bersaing dengan Dubai, Singapura, hingga Hong Kong.
Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, mengatakan pengembangan PFII bukan sekadar membangun kawasan bisnis atau gedung pencakar langit, melainkan membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai negara tujuan investasi.
“PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (15/7).
Sebagai acuan, pemerintah mengadopsi konsep Dubai International Financial Centre (DIFC) yang sukses mengubah Dubai menjadi salah satu pusat keuangan paling berpengaruh di dunia. Kawasan tersebut dikenal menawarkan regulasi yang kompetitif, ekosistem bisnis modern, serta menjadi rumah bagi puluhan ribu profesional dan perusahaan global.
Danantara pun telah menggelar rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Pandu Sjahrir dan jajaran direksi untuk menyusun strategi pengembangan PFII. Pembahasan meliputi investasi, pembangunan infrastruktur, pengembangan aset, hingga pembentukan ekosistem keuangan berstandar internasional yang mampu menarik investor global.
Pemerintah menargetkan PFII menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran kawasan ini diharapkan mampu menarik investasi internasional dalam jumlah besar, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pemilihan Bali bukan tanpa alasan. Selain memiliki citra internasional yang kuat sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali juga dinilai memiliki konektivitas yang baik dan pengalaman menjadi tuan rumah berbagai forum ekonomi global. Modal tersebut diyakini menjadi nilai tambah untuk menarik perusahaan multinasional, lembaga keuangan, hingga investor asing.
Jika rencana ini terealisasi, Bali berpotensi mengalami transformasi besar. Pulau yang selama ini identik dengan pantai, budaya, dan pariwisata itu dapat berkembang menjadi pusat aktivitas bisnis dan keuangan internasional. Pemerintah optimistis langkah ini akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan arus investasi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem keuangan global.
(Anton)
























