SUARAINDONEWS.COM, Riau – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Latihan Gabungan Operasi TNI Terintegrasi 2026 di daerah latihan TNI AL, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Latihan yang berlangsung pada Rabu (5/8) itu menjadi ajang unjuk kesiapan tempur tiga matra melalui skenario operasi bertajuk Perisai Trisula Nusantara.
Latihan dipimpin Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan. Dalam simulasi tersebut, TNI mengerahkan berbagai alutsista modern dari matra darat, laut, dan udara untuk menguji kemampuan operasi gabungan menghadapi berbagai skenario ancaman.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri. Drone ini ditampilkan sebagai bagian dari kemampuan serangan presisi yang dikembangkan untuk mendukung operasi modern TNI. Selain itu, TNI AL juga mendemonstrasikan penembakan dua rudal antikapal C-705 dari KRI Sampari-628 ke sasaran yang telah ditentukan.
Latihan juga menampilkan operasi amfibi skala besar yang melibatkan pendaratan pasukan Marinir, dukungan kapal perang, kendaraan tempur, sistem roket multilaras MLRS RM-70 Grad, pesawat tempur, helikopter, pesawat tanpa awak, hingga kapal permukaan nirawak (USV). Seluruh unsur bergerak secara terpadu untuk menguji kesiapan komando dan pengendalian dalam operasi gabungan.
Melalui latihan ini, TNI menguji interoperabilitas antarmatara sekaligus kesiapan personel, doktrin, dan alutsista dalam menghadapi berbagai kemungkinan kontinjensi di wilayah strategis nasional. Operasi terintegrasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
Latihan Operasi TNI Terintegrasi 2026 menjadi salah satu demonstrasi kemampuan militer terbesar tahun ini, sekaligus memperlihatkan semakin besarnya peran teknologi dalam sistem pertahanan nasional, termasuk pemanfaatan drone tempur dan persenjataan presisi buatan dalam negeri.
(Riana P)

























