SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Hyundai resmi membuka pemesanan pra-penjualan (pre-sale) mobil listrik terbarunya, Ioniq V, di pasar China. Model yang dikembangkan khusus untuk konsumen Negeri Tirai Bambu tersebut ditawarkan mulai 119.900 yuan atau sekitar Rp400 jutaan.
Pre-sale Ioniq V dibuka pada 21 Agustus 2026 dalam ajang Chengdu Auto Show 2026. Mobil listrik ini tersedia dalam tiga varian dengan harga 119.900 yuan untuk 540 Max, 129.900 yuan untuk 540 Max+, dan 139.900 yuan untuk varian tertinggi 650 Max+. Peluncuran resminya dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Ioniq V merupakan model produksi pertama dari merek Ioniq yang secara khusus dikembangkan untuk pasar China. Mobil ini pertama kali diperkenalkan Hyundai pada Beijing Auto Show 2026, April lalu, sebagai bagian dari strategi baru Hyundai dengan pendekatan “In China, For China, To Global.”
Dari sisi desain, Ioniq V tampil dengan gaya fastback yang futuristis dan garis bodi tegas. Mobil ini memiliki panjang 4.900 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.470 mm, serta jarak sumbu roda 2.900 mm. Pintu tanpa bingkai turut memperkuat kesan sporty pada mobil listrik tersebut.
Menariknya, desain Ioniq V sempat dibandingkan media otomotif dengan Toyota Prius generasi terbaru dalam interpretasi bergaya low-poly karena bentuk bodinya yang sangat bersudut. Perbandingan tersebut merupakan penilaian desain media, bukan klaim resmi Hyundai.
Jarak Tempuh hingga 650 Km
Untuk sektor performa, Ioniq V dibangun menggunakan platform E-GMP dan mengadopsi sistem kelistrikan bertegangan tinggi 800 volt yang mendukung pengisian cepat.
Hyundai menyediakan dua pilihan baterai berjenis LFP yang dipasok CATL, yakni kapasitas 53,5 kWh dan 66,8 kWh. Motor listriknya tersedia dengan tenaga maksimum 140 kW dan 168 kW.
Varian dengan baterai terbesar diklaim mampu menempuh jarak hingga 650 km berdasarkan standar CLTC China. Sementara varian lainnya memiliki jarak tempuh sekitar 520–540 km, tergantung konfigurasi.
Saat ini, tiga varian yang dibuka untuk pre-sale merupakan kendaraan listrik murni atau BEV. Namun, sejumlah dokumen regulasi China sebelumnya menunjukkan kemungkinan hadirnya versi EREV (Extended-Range Electric Vehicle) di masa mendatang.
Kabin Digital dengan Layar 27 Inci
Masuk ke dalam kabin, Hyundai membekali Ioniq V dengan konsep digital cockpit yang menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Mobil ini mengusung layar berukuran 27 inci dengan resolusi 4K, chip Qualcomm Snapdragon 8295, serta teknologi kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan sejumlah model AI China.
Untuk sistem bantuan pengemudi, Hyundai bekerja sama dengan perusahaan teknologi China, Momenta, untuk menghadirkan fitur bantuan berkendara Level 2+ yang mencakup penggunaan di jalan perkotaan maupun jalan bebas hambatan.
Strategi Baru Hyundai di China
Kehadiran Ioniq V menjadi bagian dari strategi besar Hyundai untuk kembali memperkuat bisnisnya di China. Hyundai menargetkan menghadirkan 20 model baru dalam lima tahun ke depan, mencakup kendaraan listrik baterai (BEV) dan kendaraan listrik jarak jauh (EREV).
Hyundai juga memasang target meningkatkan penjualan di China hingga 500.000 unit per tahun pada 2030, dengan memperkuat pengembangan produk lokal serta menggandeng perusahaan teknologi dan pemasok China.
Meski dikembangkan dengan pendekatan China-first, Hyundai menyebut Ioniq V berpotensi menjadi produk yang nantinya diperluas ke pasar global. Namun, untuk saat ini konsumen Eropa belum dapat memesan mobil tersebut karena penjualan awal masih difokuskan di China.
Dengan harga pre-sale yang agresif, jarak tempuh hingga 650 km, arsitektur 800V, teknologi AI, serta fitur bantuan berkendara berbasis teknologi lokal China, Ioniq V menjadi salah satu model penting dalam upaya Hyundai menghadapi ketatnya persaingan kendaraan listrik di pasar terbesar dunia tersebut.
(Rizki Fadillah)

























