SUARAINDONEWS. COM, Tapanuli Tengah – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung progres pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu (23/5/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai target.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan sabo dam menjadi langkah strategis untuk menahan material sedimen, batu, kayu, dan tanah dari kawasan hulu agar tidak terbawa ke permukiman warga saat intensitas hujan tinggi. Menteri Dody menambahkan bahwa penanganan harus dilakukan dari bagian hulu aliran sungai agar material tidak terus turun ke kawasan hilir.
“Kita kerjakan semuanya. Supaya pada saat hujan deras, tanah-tanah dari atas tidak turun. Kita tahan dulu di atas,” kata Menteri Dody.
Menteri Dody optimis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target pada Oktober 2026. Menurut Menteri Dody, tantangan utama pembangunan sabo dam berada pada penyelesaian lahan dan kondisi cuaca ekstrem yang masih terus terjadi di lapangan. Meski demikian, Kementerian PU bersama seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat penanganan agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Semua stakeholder terlibat, dari pusat, provinsi, hingga kabupaten. Memang kita berpacu dengan alam, tetapi kita harus optimistis bisa memberikan hasil maksimal bagi masyarakat,” kata Menteri Dody.
Pembangunan sabo dam di Sungai Aek Tukka merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU. Pembangunannya dilakukan melalui tiga komponen pekerjaan utama, yakni pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam Sungai Tukka, serta pembangunan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka (Sungai Sigala-Gala).
Untuk paket pembangunan sabo dam di Sungai Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah, pekerjaan dilaksanakan di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras.
Hingga minggu ke-11 pelaksanaan, progres fisik pembangunan sabo dam telah mencapai 7,1% atau lebih tinggi dibanding rencana progres 3,8%. Sementara pembangunan pengendalian sedimen Anak Sungai Tukka (Sungai Sigala-Gala) telah mencapai progres 7,9% dari rencana 4,6% dan pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka 7,8% dari target rencana 4,6%.
Lingkup pekerjaannya meliputi pembangunan struktur sabo dam, retaining wall, tanggul pengendali banjir, pengendalian sedimen, jalan inspeksi, hingga normalisasi sungai. Pada pekerjaan pengendalian banjir Sungai Tukka, progres pekerjaan tanah saat ini mencakup galian sepanjang 300 meter. Pekerjaan didukung alat berat berupa excavator long arm, excavator standar, vibro roller, dump truck, dan mixer self loader.
Menteri Dody berharap pembangunan sabo dam dan pengendalian banjir di Sungai Aek Tukka dapat meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman banjir dan longsor, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukka.
“Kita semua berdoa supaya pekerjaan ini berjalan lancar dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Menteri Dody.
(Anton)




















































