SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Dunia teknologi kembali menghadirkan inovasi yang bikin geleng-geleng kepala. Kali ini, seorang mahasiswa asal Jepang menjadi sorotan setelah menciptakan smart bra atau bra pintar yang hanya bisa dibuka menggunakan sidik jari pasangan yang telah terdaftar di sistem.
Penemuan unik sekaligus nyeleneh ini langsung viral di media sosial dan memicu perdebatan di kalangan warganet. Ada yang menganggapnya sebagai terobosan teknologi masa depan, namun tak sedikit yang menyebutnya sekadar gimmick yang terlalu berlebihan.
Bra pintar tersebut dilengkapi sensor biometrik yang dipasang pada bagian pengait. Cara kerjanya mirip fitur fingerprint pada smartphone modern. Hanya sidik jari yang telah terdaftar yang mampu membuka kait bra tersebut.
Jika sidik jari tidak dikenali, pengait akan tetap terkunci dan tidak bisa dibuka secara normal.
Keunikan itulah yang membuat banyak orang penasaran. Dalam hitungan jam setelah videonya beredar di internet, berbagai platform media sosial dipenuhi komentar kocak hingga sindiran.
“Kalau putus gimana? Harus reset pabrik dulu?” tulis salah satu netizen.
“Teknologinya canggih, tapi kayaknya ribet kalau lagi buru-buru,” komentar pengguna lainnya.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan betapa pesatnya perkembangan wearable technology atau teknologi yang dikenakan di tubuh.
Jika sebelumnya publik sudah akrab dengan smartwatch, smart ring, kacamata pintar hingga pakaian olahraga berteknologi tinggi, kini inovasi mulai merambah area yang jauh lebih personal.
Bra pintar berbasis biometrik tersebut disebut menggunakan sensor sidik jari mini yang terhubung dengan sistem elektronik sederhana. Teknologi ini dirancang agar hanya pengguna tertentu yang memiliki akses membuka pengait.
Meski terdengar futuristis, banyak pihak mempertanyakan manfaat nyata dari teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Tak sedikit netizen yang menilai ide tersebut terlalu ekstrem dan lebih cocok menjadi eksperimen teknologi daripada produk yang benar-benar dibutuhkan pasar.
Sebagian bahkan mempertanyakan aspek keamanannya.
“Kalau baterainya habis bagaimana?” tulis seorang pengguna media sosial.
“Kalau pemiliknya sendiri lupa sidik jari yang didaftarkan gimana?” komentar lainnya.
Namun di sisi lain, banyak pula yang memuji kreativitas sang pencipta karena berhasil menggabungkan teknologi biometrik dengan produk fesyen yang selama ini dianggap konvensional.
Meski viral dan ramai diperbincangkan, hingga kini belum ada informasi bahwa bra pintar tersebut akan diproduksi secara massal.
Sejumlah laporan menyebut perangkat tersebut masih berupa prototipe atau proyek eksperimental yang dibuat untuk menunjukkan kemungkinan penerapan teknologi biometrik pada produk wearable masa depan.
Meski begitu, kemunculannya berhasil membuktikan satu hal: perkembangan teknologi kini semakin sulit ditebak arahnya.
Dulu orang mungkin tak pernah membayangkan jam tangan bisa dipakai menelepon, cincin bisa memantau kesehatan, atau kacamata bisa merekam video. Kini, bahkan sebuah bra pun bisa dilengkapi sistem keamanan layaknya smartphone.
Jadi, kalau smart bra sidik jari ini benar-benar dijual suatu hari nanti, tertarik mencoba atau justru merasa teknologi sudah kelewat jauh?
(Anton)























