SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Isu Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia masuk dalam bursa Pilpres 2029 mendapat respons dari internal partai. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, hingga saat ini Bahlil belum pernah membicarakan agenda pencalonan presiden.
Menurut Idrus, fokus Bahlil sejak dipercaya memimpin Golkar adalah memperkuat konsolidasi partai, membesarkan Golkar, menambah perolehan kursi, serta menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Sejak menjadi ketua umum, komitmen Pak Bahlil adalah bagaimana konsolidasi internal partai, bagaimana menambah kursi, serta menyukseskan Pemerintahan Prabowo-Gibran. Tidak pernah bicara tentang calon presiden,” ujar Idrus.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul munculnya pandangan sejumlah pihak yang menilai Bahlil mulai masuk dalam konfigurasi politik menuju Pilpres 2029, salah satunya setelah fenomena viral lagu “MBG (Mas Bahlil Ganteng)” di media sosial.
Namun Idrus menilai, popularitas di ruang digital tidak bisa langsung dikaitkan dengan agenda politik nasional.
“Kalau ada opini dibuat begitu, itu opini yang sangat menyesatkan menurut saya. Ini sama dengan mengadu domba,” kata Idrus.
Idrus mengatakan, arah pemikiran politik Bahlil dapat dilihat dari gagasan yang dituangkan dalam bukunya berjudul Karya Kekaryaan: Eskalator Kesinambungan Pembangunan dan Kepemimpinan Nasional. Menurutnya, Bahlil menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan dan keberhasilan pemerintahan Prabowo.
“Kalau Pak Prabowo sukses pada periode ini, maka itu menjadi eskalator menuju periode berikutnya,” ujar Idrus.
Ia menambahkan, Bahlil juga menyampaikan gagasan mengenai pentingnya membangun koalisi permanen bersama Golkar dan partai-partai pendukung pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo.
Menurut Idrus, Bahlil merupakan sosok politisi yang memiliki perjalanan panjang sebagai aktivis dan kader yang ditempa melalui proses perjuangan.
“Pak Bahlil tidak boleh dilihat sama dengan politisi lain. Beliau menyampaikan gagasan, pikiran, sikap, dan komitmen politiknya itu satu kata dan perbuatan,” ujarnya.
Idrus kembali menegaskan bahwa Golkar saat ini belum membicarakan konfigurasi Pilpres 2029. Prioritas partai adalah memperkuat organisasi dan memastikan pemerintahan Prabowo berjalan sukses.
“Opini boleh dibuat, tetapi secara politik praktis, Golkar fokus bekerja dan membesarkan partai,” pungkas Idrus.
(Anton)























