SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Suhu politik di tubuh Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), salah satu organisasi kemasyarakatan pendiri Partai Golkar, mulai menghangat menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) 2026 yang akan digelar pada 11 Juli 2026 di Jakarta.
Sorotan utama Mubeslub kali ini adalah pemilihan Ketua Umum MKGR yang baru untuk menggantikan Adies Kadir, yang telah mengundurkan diri setelah dilantik sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
Menjelang penutupan pendaftaran bakal calon ketua umum pada 10 Juli 2026, nama Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Wihaji, mencuat sebagai kandidat terkuat. Dukungan terhadap mantan Bupati Batang itu disebut datang dari berbagai pengurus MKGR di daerah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum MKGR, Maman Abdurrahman, mengakui aspirasi tersebut memang berkembang cukup kuat. Namun, ia menegaskan proses pencalonan masih berjalan sehingga seluruh pihak diminta menunggu hingga masa pendaftaran resmi berakhir.
“Berdasarkan opini dan aspirasi yang muncul dari pengurus MKGR di daerah, mengusulkan Pak Wihaji menjadi Ketua Umum MKGR. Sebagian besar mengusung Pak Wihaji. Pendaftaran dibuka dari sekarang dan ditutup tanggal 10 Juli,” ujar Maman dalam konferensi pers penyelenggaraan Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO) dan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) MKGR di Kantor MKGR, Bendungan Hilir, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Meski dukungan terhadap Wihaji terus menguat, Maman menegaskan seluruh mekanisme organisasi tetap akan dijalankan sesuai aturan. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan forum Mubeslub.
Maman menjelaskan, Mubeslub digelar karena Adies Kadir telah mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum MKGR sejak awal Februari 2026. Pengunduran diri itu dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan yang mewajibkan hakim Mahkamah Konstitusi melepaskan jabatan pada organisasi yang berafiliasi dengan partai politik.
“Pak Adies Kadir menjunjung tinggi asas konstitusi karena hakim Mahkamah Konstitusi wajib mengundurkan diri dari organisasi yang terafiliasi dengan partai politik. Beliau sudah mengundurkan diri sejak awal Februari 2026,” katanya.
Sebagai Plt Ketua Umum, Maman mengatakan dirinya hanya diberi mandat untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan tertib, demokratis, dan tetap menjaga semangat gotong royong yang menjadi ciri khas MKGR.
“Tugas saya hanya satu, memastikan proses transisi berjalan baik. Agenda Mubeslub nanti menerima pengunduran diri Pak Adies Kadir, mengesahkan penunjukan saya sebagai Plt, kemudian memilih ketua umum definitif yang baru,” ujarnya.
Mubeslub MKGR dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Hotel Shangri-La, Jakarta. Acara tersebut dipastikan akan dihadiri Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Dengan dukungan yang terus mengalir kepada Wihaji dari sejumlah pengurus daerah, dinamika pemilihan Ketua Umum MKGR diperkirakan menjadi salah satu agenda politik internal Golkar yang paling menyita perhatian pekan ini. Publik kini menanti apakah gelombang dukungan tersebut akan berujung pada aklamasi atau justru memunculkan kandidat lain menjelang penutupan pendaftaran pada 10 Juli mendatang.
(Anton)

























