SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto soal penghentian ekspansi minimarket seperti Indomaret dan Alfamart menuai polemik di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut viral di media sosial setelah potongan video rapat kerja bersama Komisi V DPR RI beredar luas. Dalam video itu, Yandri menyebut jika Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) sudah berjalan optimal, maka ekspansi minimarket modern sebaiknya dihentikan.
“Saya setuju sekali di forum terhormat ini, Pak Ketua, kalau Kopdes itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret setop,” ujar Yandri dalam rapat tersebut.
Namun, pernyataan itu kemudian ditafsirkan sebagian publik sebagai rencana pemerintah menutup seluruh gerai minimarket yang sudah beroperasi di desa.
Menanggapi polemik tersebut, Yandri memberikan klarifikasi bahwa pemerintah tidak pernah berencana menutup gerai Alfamart maupun Indomaret yang telah berdiri.
“Minimarket-minimarket yang sudah ada silakan jalan. Saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Yang saya minta ditutup itu izin baru,” tegas Yandri dalam klarifikasinya.
Menurut Yandri, langkah pembatasan izin baru dilakukan untuk melindungi usaha masyarakat desa dan memberi ruang berkembang bagi Koperasi Desa Merah Putih yang tengah didorong pemerintah.
Ia menilai ekspansi ritel modern yang terlalu masif hingga pelosok desa berpotensi mematikan usaha toko kelontong dan koperasi rakyat.
Polemik tersebut juga memicu reaksi publik di media sosial. Sebagian mendukung langkah pemerintah memperkuat ekonomi desa, namun sebagian lain menilai pembatasan minimarket dapat berdampak pada iklim investasi dan akses masyarakat desa terhadap barang kebutuhan.
Di sisi lain, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menegaskan DPR tidak pernah meminta penutupan Alfamart maupun Indomaret di Indonesia.
“Dukungan DPR menutup Alfamart dan Indomaret adalah hoaks dan tendensius,” ujar Lasarus.
Pemerintah sendiri menegaskan fokus kebijakan saat ini adalah menjaga keseimbangan antara investasi ritel modern dengan penguatan ekonomi kerakyatan di desa melalui Kopdes Merah Putih.
(Anton)



















































