SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan belanja negara dalam jumlah besar pada 2027. Dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027, belanja negara ditargetkan berada di kisaran 13,62% hingga 14,80% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Angka tersebut menunjukkan pemerintah masih akan mengandalkan peran APBN sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.
Tak hanya soal belanja negara, pemerintah juga memasang target pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius pada 2027, yakni di kisaran 5,8% hingga 6,5%. Target ini lebih tinggi dibanding rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai program prioritas yang akan dibiayai melalui APBN. Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, ketahanan energi, hingga program-program perlindungan sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Meski belanja negara diproyeksikan besar, pemerintah tetap berupaya menjaga kesehatan fiskal. Defisit APBN 2027 ditargetkan berada pada kisaran 1,80% hingga 2,40% terhadap PDB, masih jauh di bawah batas maksimal 3% yang selama ini menjadi acuan pengelolaan keuangan negara.
Selain itu, pendapatan negara diproyeksikan berada di kisaran 11,82% hingga 12,40% PDB. Pemerintah juga memperkirakan inflasi berada pada rentang 1,5% hingga 3,5%, sementara nilai tukar rupiah dipatok di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Pemerintah menegaskan APBN bukan sekadar dokumen angka dan perhitungan fiskal, melainkan instrumen utama untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga daya tahan ekonomi nasional menghadapi ketidakpastian global.
Dengan target belanja yang mendekati 15% PDB, RAPBN 2027 diperkirakan akan menjadi salah satu instrumen penting bagi pemerintahan Prabowo dalam mewujudkan berbagai program strategis nasional sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
(Anton)























