SUARAINDONEWS.COM, NAGOYA — Padel lagi naik daun. Olahraga raket yang sekilas mirip tenis ini akhirnya naik kelas dengan menjalani debut sebagai cabang olahraga perebutan medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Debut tersebut bukan sekadar numpang lewat. Federasi Padel Internasional (FIP) melihat kehadiran padel di Asian Games sebagai salah satu langkah penting untuk memperluas olahraga ini di Asia sekaligus membuka jalan menuju panggung yang lebih besar: Olimpiade.
Pertandingan padel Asian Games 2026 berlangsung pada 28 September hingga 3 Oktober di Nagoya City Higashi Sports Center.
Sebanyak 20 pasangan tampil di nomor putra, sementara nomor putri diikuti 23 pasangan. Indonesia juga mengirimkan pasangan untuk ikut bertarung memperebutkan medali.
Buat yang baru dengar namanya, padel bisa dibilang punya DNA tenis dan squash.
Permainannya umumnya dilakukan secara ganda menggunakan raket padat tanpa senar. Lapangannya lebih kecil dari lapangan tenis dan dikelilingi dinding kaca.
Nah, dinding inilah yang bikin permainan padel jadi beda.
Bola boleh memantul ke dinding dan tetap dimainkan. Alhasil, reli bisa berlangsung panjang dan pemain harus pintar membaca arah bola serta mencari celah.
Pemain Filipina, Joshea Malazarte, bahkan menggambarkan padel lebih mirip permainan catur daripada tenis.
“Anda harus membuka sudut pukulan untuk bisa menang; Anda tidak bisa terburu-buru dalam meraih poin,” kata Malazarte seperti dikutip AFP.
Menurutnya, kekuatan pukulan saja tidak cukup. Penempatan bola, kesabaran, dan kemampuan membuka ruang justru menjadi bagian penting untuk memenangkan pertandingan.
Meski sudah populer di sejumlah negara, padel masih tergolong pendatang baru di Jepang.
Pertandingan Asian Games digelar di Nagoya City Higashi Sports Center dan bisa disaksikan penonton secara gratis. Pada awal pertandingan, suasana arena memang belum terlalu ramai.
Namun, rasa penasaran mulai muncul setelah penonton melihat langsung reli panjang dan aksi cepat para pemain.
Yuko Hiraiwa, 60 tahun, salah satu penonton di arena, mengaku menikmati pertandingan tersebut.
“Saya bermain padel, tetapi ini pertama kalinya saya menyaksikannya secara langsung. Pertandingannya sangat dinamis dan seru,” ujar Hiraiwa kepada AFP.
Antusiasme penonton juga meningkat ketika pasangan Jepang Teruaki Ando dan Shinnosuke Nakamura tampil menghadapi pasangan Lebanon dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Popularitas padel memang sedang tancap gas.
Olahraga ini sudah memiliki rangkaian turnamen profesional internasional dan makin dikenal setelah sejumlah nama besar dunia olahraga ikut bermain atau menunjukkan ketertarikan terhadap padel.
Ada Cristiano Ronaldo, Lionel Messi hingga pembalap Formula 1 Max Verstappen yang diketahui menggemari olahraga tersebut.
FIP menyebut padel kini telah dimainkan di sekitar 170 negara dan wilayah, dengan sekitar 85.000 lapangan di seluruh dunia.
Jumlah penonton turnamen profesional juga ikut menunjukkan pertumbuhan olahraga tersebut. Salah satu turnamen di kompleks tenis Roland Garros, Paris, pada September lalu dilaporkan menarik lebih dari 80.000 penonton.
Setelah masuk Asian Games, target berikutnya mulai dibidik: Olimpiade.
Padel sebelumnya telah tampil dalam sejumlah ajang multiolahraga, termasuk European Games, Mediterranean Games dan South American Games.
Kini, FIP ingin membawa olahraga tersebut lebih jauh.
Pejabat FIP Donatella Del Gaudio mengatakan pihaknya terus berupaya agar padel bisa masuk ke program Olimpiade.
“Kami berupaya keras untuk mewujudkannya dalam waktu dekat,” kata Del Gaudio kepada AFP.
Namun, jalan menuju Olimpiade tentu tidak otomatis terbuka hanya karena sebuah olahraga sudah tampil di Asian Games.
Squash menjadi salah satu contoh. Olahraga tersebut baru akan menjalani debut Olimpiade pada Los Angeles 2028 setelah melewati proses panjang untuk mendapatkan tempat dalam program Olimpiade.
Karena itu, bagi padel, Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi panggung penting untuk membuktikan bahwa olahraga ini bukan cuma tren sesaat.
Dengan basis pemain yang terus bertambah, kompetisi internasional yang makin ramai, serta penonton yang mulai penasaran, padel kini punya kesempatan untuk memperkenalkan dirinya lebih luas di Asia.
Dari lapangan kecil dengan dinding kaca di Nagoya, ambisi padel pun mulai mengarah ke panggung olahraga terbesar dunia.
(Rizki Fadillah)

























