SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Gila! Mobil listrik Tesla kini tampil dengan aksi yang biasanya cuma ada di film fiksi ilmiah. Roadster generasi terbaru diperkenalkan dengan demonstrasi melompat dari ramp, berputar di udara, lalu mendarat kembali menggunakan teknologi pendorong gas bertekanan yang dikembangkan bersama SpaceX.
Aksi spektakuler ini langsung mencuri perhatian. Bukan cuma mengandalkan tenaga listrik untuk melaju di jalan, Roadster dirancang dengan teknologi tambahan yang memungkinkan manuver ekstrem di udara.
Elon Musk bahkan mengklaim, varian tertentu mampu berakselerasi dari nol hingga 96 kilometer per jam dalam waktu kurang dari satu detik. Jika klaim ini terbukti dalam pengujian independen, performanya bakal menjadi salah satu hal paling mencolok di dunia mobil sport listrik.
Teknologi yang menjadi sorotan adalah cold-gas thrusters, yakni pendorong yang memanfaatkan gas bertekanan untuk menghasilkan gaya dorong. Sistem ini terinspirasi dari teknologi yang dikembangkan SpaceX.
Namun, jangan buru-buru membayangkan Roadster bisa terbang bebas seperti pesawat! Demonstrasi salto di udara tidak otomatis membuktikan mobil ini dapat terbang jauh atau digunakan untuk melayang di jalan raya.
Tesla juga membedakan versi mobil jalan raya dengan varian Rocket yang diklaim memiliki kemampuan penerbangan khusus. Varian tersebut tidak disetujui untuk digunakan di jalan umum.
Di balik aksi futuristis itu, masih ada pekerjaan besar yang harus diselesaikan, mulai dari pembuktian performa, keselamatan, regulasi, hingga kesiapan produksi massal.
Tesla menargetkan produksi Roadster generasi terbaru mulai 2028. Artinya, masyarakat masih harus menunggu untuk mengetahui apakah seluruh teknologi yang dipamerkan benar-benar bisa diwujudkan dalam kendaraan produksi.
Jika terealisasi, Roadster berpotensi membuka babak baru dalam perkembangan mobil sport listrik. Tetapi untuk saat ini, kemampuan salto dan klaim akselerasi ekstremnya tetap perlu dilihat secara kritis, bukan sekadar terpukau oleh pertunjukan.
Tesla membawa mobil listrik ke level yang semakin futuristis. Namun, pertanyaan besarnya bukan cuma seberapa spektakuler mobil ini di udara, melainkan apakah teknologinya benar-benar aman, legal, dan siap diproduksi untuk konsumen.
(Rizki Fadillah)

























